Mendikbud: Jangan Nilai Kemuliaan Profesi Guru dengan Rupiah

Mendikbud: Jangan Nilai Kemuliaan Profesi Guru dengan Rupiah

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 21:08 WIB
Mendikbud: Jangan Nilai Kemuliaan Profesi Guru dengan Rupiah
Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Jakarta - Sebanyak 33 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka terpilih dari 901 GTK seluruh Indonesia sebagai yang berprestasi dan berdedikasi secara nasional.

Sebanyak 33 guru dan tenaga kependidikan (GTK) mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka berhasil tersaring dari 901 GTK di Indonesia dengan predikat paling berprestasi dan berdedikasi. Semuanya pun diganjar hadiah.

Dirjen GTK Sumarna Surapranata dalam laporannya menyebut, juara III akan mendapat RP 20 juta, juara II Rp 25 juta, dan juara I Rp 30 juta. Semua finalis juga akan akan mendapatkan hadiah uang binaan sebesar Rp 5-10 juta.
Anies di lokasi acara bersama para guru (Masaul/detikcom)
"Sekitar 900 guru hadir di sini. Semuanya adalah finalis. Kepala sekolah ada 493, guru ada 238, dan pengawas kependidikan ada 170," tutur Sumarna dalam pembacaan laporannya di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumarna mengatakan, Provinsi Jawa Tengah adalah provinsi yang paling banyak mendapat piala. Sebanyak 20 medali diraih Jawa Tengah karena persiapannya matang menghadapi lomba ini. Berturut-turut juara di belakang Jawa Tengah adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

"Provinsi Jawa Tengah adalah provinsi terbanyak mendapat piala karena paling siap dalam kegiatan ini. Kedua Jawa Timur, ketiga Jawa Barat dan selanjutnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah acara penutup hari ini, besok hari Minggu akan ada rekreasi, hari Senin ada simposium dan Selasa guru-guru akan bertemu Presiden Jokowi," jelas Sumarna.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Mendikbud Anies Baswedan. Dalam sambutannya, dia menyinggung agar rupiah atau hadiah yang diterima diartikan sebagai amanat. Dia juga mengimbau agar seluruh guru saling berkenalan dan bertukar informasi agar menambah wawasan dan pengetahuan.

"Acara di sini sebagai penutup rangkaian acara. Apa yang anda kerjakan jangan pernah berpikir merupiahkan. Karena jika dirupiahkan akan terjadi devaluasi. Bapak ibu kiprahnya tak ternilai. Kalau pun mendapat penghargaan berupa rupiah, lihat lah sebagai amanat. Karena jika diberi rupiah maka diberi kepercayaan. Kami menyatakan merdeka dan kami bertanggung jawab. Sering-seringlah berkumpul dengan sejawat yang berbeda provinsi dalam rangkaian acara ini. Saya berharap kehadiran bapak ibu di sini yang dari daerah-daerah bisa sharing ke yang lain di daerahnya," sambut Anis dalam pembukaan sambutannya.

Menteri pendidikan ini juga menyebut Indonesia adalah negeri yang penuh masalah, tetapi penuh juga akan prestasi. Dia juga menjelaskan bahwa negara lain akan belajar ke Indonesia jika negara tersebut dibanding-bandingkan dengan Indonesia.

"Indonesia adalah negeri penuh masalah tetapi Indonesia juga penuh prestasi. Jika Indonesia dibandingkan dengan negara lain, maka negara lain itu yang akan datang ke Indonesia untuk belajar," ujar Anis bersemangat.

Acara dilanjutkan dengan memberikan hadiah dari Kemendikbud ke Guru, kepala sekolah, dan pengawas terbaik yang pesertanya dari seluruh Indonesia. Seperti diketahui acara apresiasi ini berlangsung dari tanggal 18-25 November 2015. Lebih rinci peserta terdiri dari jenjang TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK. (hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads