Pakar penerbangan Marsekal (Purn) Chappy Hakim mengatakan, sudah waktunya Kemenhub memberlakukan teguran-teguran atas tindakan yang telah dilakukan oleh maskapai tersebut.
"Kementerian Perhubungan harus melakukan introspeksi, mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Seharusnya sudah diberlakukan teguran dan ada sebuah tindakan-tindakan terhadap maskapai ini," ucap Chappy saat berbincang dengan detikcom, Minggu (22/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Kemenhub jangan berpihak kepada maskapai atau otoritas penerbangan manapun. Karena menurutnya, insiden delay yang berujung dengan chaos di runway bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, harus bisa dijelaskan secara tuntas.
"Kita tidak menganaktirikan siapapun, kita juga tidak menganakemaskan siapapun, kembalikanlah semua kepada peraturan yang seharusnya. Kalau sampai ada kejadian seperti kemarin, harus diaudit maskapainya, harus di audit internasional airportnya, dan introspeksi otoritas penerbangannya," imbuhnya.
Kericuhan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Sabtu (21/11). Penumpang Lion Air JT 898 menyerbu pesawat Lion Air JT 788 karena delay berkepanjangan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun angkat bicara terkait kasus tersebut.
"Akan diperiksa oleh Direktorat Angkutan Udara segera," ujar Jonan melalui pesan singkat saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/11/2015).
Jonan tak mau berkomentar lagi saat ditanya lebih jauh soal permasalahan ini. Seperti dia utarakan sebelumnya, kasus itu akan segera diselidiki. (adit/mad)











































