Dirut PT KAI Minta Ganjar Bantu Antisipasi Pelemparan dan Sabotase Kereta

Dirut PT KAI Minta Ganjar Bantu Antisipasi Pelemparan dan Sabotase Kereta

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 22 Nov 2015 03:08 WIB
Dirut PT KAI Minta Ganjar Bantu Antisipasi Pelemparan dan Sabotase Kereta
Foto: Rachman Haryanto
Semarang - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Edi Sukmoro mengungkapan keluh kesahnya kepada Gubernur Ganjar Pranowo terkait aksi pelemparan dan dugaan sabotase di perlintasan yang berada di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Edi di dalam Kapal Kelud dihadapan peserta Forum Group Discussion (FGD) termasuk menteri BUMN Rini Soemarno. Edi langsung menyebut terkait unsur dugaan sabotase di jalur Solo-Wonogiri 17 November 2015 lalu. Selain itu jelang angkutan lebaran lalu juga ada batu di jembatan rel wilayah Daop V Cilacap namun sempat diantisipasi petugas.

"Di Solo-Wonogiri ada ditaruh batu di relnya. Indikasinya sabotase," kata Edi kepada Ganjar, Sabtu (21/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu Edi juga mengeluhkan soal maraknya pelemparan batu terhadap kereta api yang sedang melaju. Salah satu yang terparah adalah kejadian di Bantul yang mengakibatkan satu korban mengalami kebutaan.

"Pelemparan di Bantul kacanya pecah masuk mata. Kemungkinan dia buta. Mau saya bawa ke Jakarta siapa tahu tertolong," pungkas Edi.

Ia berharap Gubernur Ganjar bisa membantu langkah antisipasi karena sudah menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Selain itu pemerintah daerah juga bisa melakukan langkah antisipasi kecelakaan di perlintasan sebidang.

"Ya ini untuk bantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Perlintasan sebidang, itu banyak kendaraan yang dibawa Kereta Api (kecelakaan)," ujarnya.

Pihak PT KAI sudah melakukan pemantauan rutin di rel, namun para pelaku pelemparan atau peletak batu sering mengambil kesempatan setelah petugas melintas.

Sementara itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah menyampaikan gangguan perjalanan kereta api itu dengan pihak Kepolisian dan TNI karena memang sudah lama terjadi.

"Sebenarnya sebelum ini kita sudah turun, waktu kita menyambut kedatangan pemudik kemarin itu sudah ada, maka kita minta sepanjang rel kereta api melakukan kontrol rutin, atau apakah nanti bisa menggunakan teknologi yang lebih canggih. Tapi dengan kepolisian dan TNI kita sudah sampaikan soal itu," terang Ganjar.

Ia berharap masyarakat bisa cepat melaporkan jika masih terjadi pelemparan atau peletakkan batu di rel agar pemerintah daerah bisa bergerak cepat dan menangkap pelaku. Selain itu pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi di lokasi pelemparan.

"Seandainya kalau memang ada kasus lebih banyak, maka saya akan lebih suka kalau kita dikasih info lebih awal agar kita bisa melakukan pencegahan atau sosialisasi kalau itu titik ada pelemparan, batu ditumpuk dan balok kayu. Ini ada dua kemungkinan, iseng apa sabotase. Jadi kalau pemerintah dikasih tahu, kita kejar, intelejen kita turunkan sehingga bisa antisipasi," tegasnya.

Dari catatan detikcom, dugaan sabotase selain terjadi dijalur Solo-Wonogiri 17 November lalu, terjadi juga tanggal 20 Juni 2015 di jembatan antara Maos-Sikampu, Desa Doplang, Cilacap. Saat itu batu batu seberat 40 kg ada di tengah rel, beruntung petugas patroli melihat sehingga tidak mengganggu perjalanan kereta api.

Terkait pelemparan kereta api, Menhub Ignasius Jonan juga pernah mengalami ketika melakukan perjalanan dari Semarang ke Surabaya. Gerbong KA Argo Anggrek yang ditumpangi 23 Juli 2015 lalu itu dilempar batu di KM 13 Brumbung hingga salah satu kaca retak.

Pelaku pelemparan KA pernah terungkap salah satunya 30 Juni 2015 lalu, saat itu KA Kaligung Mas dilempari batu di KM 92+2 petak Jalan Pekalongan-Siragi. Sembilan pelaku diamankan dan ternyata masih anak-anak. Meski sudah melibatkan kepolisian, namun tindakan yang dilakukan yaitu penandatanganan surat pernyataan tidak akan mengulangi didampingi orang tua. (alg/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads