Ini Penjelasan PT KAI Daop 1 Terkait Anjloknya KA Argo Sindoro

Ini Penjelasan PT KAI Daop 1 Terkait Anjloknya KA Argo Sindoro

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Minggu, 22 Nov 2015 02:27 WIB
Ini Penjelasan PT KAI Daop 1 Terkait Anjloknya KA Argo Sindoro
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Kereta Argo Sindoro yang anjlok di Stasiun Jayakarta, Jakarta Pusat, berhasil dievakuasi. PT KAI DAOP 1 menjelaskan penyebab anjloknya kereta tersebut.

"Pukul 15.22 WIB, rangkaian KA Argo Sindoro relasi Gambir-Semarang tawang, anjlok satu as pada gerbong pertama dari 11 rangkaian gerbong," kata Kepala Humas DAOP 1 Bambang Prayitno dalam keteranganya kepada detikcom, Minggu (22/11/2015) malam.

Bambang menjelaskan, KA Argo Sindoro membawa 11 gerbong dengan susunan rangkaian Kereta pembangkit, empat gerbong kelas eksekutif, Kereta Makan, empat gerbong kereta kelas eksekutif dan gerbong barang. Namun, dalam perjalanannya antara Jakarta Kota-Jayakarta, kereta ini mengalami slip roda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya KA Argo Sindoro relasi Gambir-Semarang-Tawang, sedang ditarik dari Depo Jakarta Kota. Rangkaian pertama kereta pembangkit (P-00202) diperjalanannya melintasi stasiun Jayakarta mengalami roda tergelincir," papar Bambang.

PT KAI memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat kejadian, kereta dalam kondisi kosong belum berisi penumpang. Evakuasi pun segera dilakukan agar tidak menggangu perjalanan kereta.

"langkah awal adalah menarik kembali 10 rangkaian yang tidak anjlok kembali ke Jakartakota selanjutnya proses pengangkatan kereta pembangkit dengan Hidraulic Jack mulai pukul 17.50 dan selesai 18.27. Setelahnya rangkaian eks anjlok ditarik ke Manggarai dari lokasi pukul 18.50 WIB," jelas Bambang.

Imbas kejadian itu, perjalanan KA Commuter Line dialihkan melalui stasiun Pasar Senen. Sedangkan jadwal keberangkatan KA Argo Sindoro dari Gambir mengalami keterlambatan hingga 3 jam.

"PT KAI mohon maaf atas kejadian ini, KA Argosindoro mengalami kelambatan selama 3 jam dari keberangkatan di stasiun Gambir yang seharusnya pukul 16.15 WIB," tutupnya. (adit/bar)


Berita Terkait