Massa HMI dari Indonesia Timur seperti Makassar, Ambon dan Papua memblokade Jalan Sudirman, Pekanbaru, dengan membakar ban. Mereka juga memecahkan kaca halte bus di depan Gedung Gelanggang Olah Raga Remaja Pekanbaru karena merasa tak terima ditelantarkan Panitia Kongres HMI ke XXIX.
Setelah sekian lama mereka memblokir jalan, akhirnya pihak kepolisian melakukan pendekatan. Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarif Hidayat turun ke lokasi bersama jajarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengerti atas kekecewaan rekan-rekan datang jauh-jauh tidak mendapat perhatian panitia. Meski demikian saya minta rekan-rekan untuk mengakhiri aksi ini," ujar Aries.
Dia juga berharap, selaku kader HMI sebagai tamu untuk bersikap saling menghormati. "Kita akan coba membantu rekan-rekan menghubungi pihak panitia kongres untuk segera menyelesaikan masalah ini," kata Aries.
Niat polisi yang akan menjembatani masalah tersebut, ternyata membuahkan hasil. Ratusan kader HMI asal Indonesia Timur akhirnya menyudahi aksi blokir jalan tersebut.
Secara berangsur mereka juga memadamkan ban bekas yang mereka bakar di tengah badan jalan. Arus lalu lintas pada pukul 21.30 WIB akhirnya dibuka kembali. Saat ini, lokasi Gelanggang Remaja sudah diamankan pihak kepolisian. Para kader HMI kini berada di dalam gedung yang akan dilaksanakannya kongres.
Kongres HMI di Pekanbaru, rencananya dilaksanakan di Hotel Labersa, Mingggu (22/11/2015) dan akan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla (JK). Dana pelaksanaan kongres ini mencapai Rp 7 miliar. Dari jumlah itu, HMI dibantu dana Bansos Pemprov Riau sebesar Rp 3 miliar. Sisanya Rp 4 miliar dibantu pihak perusahaan swasta dan BUMN serta alumninya. (cha/hri)











































