Forum Silaturahmi Ulama PPP Jawa Timur Desak Kubu Romi dan Djan Islah

Forum Silaturahmi Ulama PPP Jawa Timur Desak Kubu Romi dan Djan Islah

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 22:31 WIB
Forum Silaturahmi Ulama PPP Jawa Timur Desak Kubu Romi dan Djan Islah
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Konflik berkepanjangan di tubuh PPP membuat para kiai dan ulama PPP Jawa Timur gelisah. Puluhan kiai dan ulama PPP Jatim mendesak agar kedua kubu (Romahurmuziy dan Djan Faridz) segera islah.

"Kiai dan ulama PPP di Jawa Timur ada kegelisahan dengan kondisi konflik PPP yang belum berakhir," ujar Hafidz Ma'soem tim penyelamat PPP di sela acara Silaturahmi Kiai dan Ulama PPP di Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (21/11/2015).

Mantan Ketua DPW PPP Jawa Timur Hafidz mengatakan, konflik berkepanjangan di PPP ini ditanggapi para kiai dan ulama. Bahkan forum silaturrahmi kiai dan ulama PPP ini mengeluarkan 9 poin keputusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, para kiai dan ulama PPP sangat prihatin melihat kondisi konflik berkepanjangan di tubuh partai tersebut.

"Kedua, para kiai dan ulama mendesak kedua belah pihak (Romi dan Djan-tingkat DPP) maupun (Musyafak dan Maskur), supaya segera menyelesaikan konflik ini secara islah dengan memperhatikan saran para kiai ulama khususnya KH Maimun Zubair," tuturnya.

Ketiga, PPP tidak lepas dari pemerintahan. Para kiai dan ulama memohon kepada pemerintah untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi konflik di PPP.

"Keempat, para kiai dan ulama PPP Jawa Timur dalam rangka islah, agar jangan ada pecat-memecat maupun PAW (pergantian antar waktu), kecuali darurot syar'i. Dan dimohon warga PPP khususnya di Jawa Timur tetap menjaga keutuhan PPP," paparnya.

Kelima, mengajak warga PPP untuk selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT demi kemaslahatan PPP.

Keenam, silaturrahmi kiai ulama akan dilaksanakan rutin, minimal tiga bulan sekali di Jawa Timur, dan bisa diagendakan secara nasional.

Ketujuh, khusus PPP Jawa Timur, para kiai dan ulama meminta penyelesaian konflik dilakukan bersama dengan kedua belah pihak (kubu Maskur dan kubu Musyafak Noer).

Kedelapan, para kiai ulama PPP Jawa Timur meminta agar PPP untuk tetap konsisten mendukung pemerintahan Jokowi-JK dengan prinsip amar ma'ruf nahi mungkar.

"Kesembilan, ketika PPP sudah bersatu, maka segera melaksanakan munas alim ulama," terangnya.

Andi Sudirman-tim independen penyelamat PPP yang juga mantan anggota DPRD Kota Surabaya menambahkan, pertemuan para kiai dan ulama ini tidak membahas persoalan muktamar PPP.

"Kami tidak membicarakan muktamar. Yang terpenting secepatnya PPP islah, organisasi utuh. Baru nanti dikaji, apakah ada muktamar atau tidak," tandas Andi Sudirman. (roi/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads