"Forum KTT ASEAN menjadi momentum agar para pemimpin ASEAN mengambil satu sikap bersama dengan semangat penyelesaian sengketa secara damai," kata anggota Komisi I DPR Charles Honoris, Jakarta, Sabtu (21/11/2015).
Jika negara-negara ASEAN bisa bersatu maka kawasan ini tentunya akan bisa memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi kekuatan besar seperti China. Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia harus dapat mengoptimalkan perannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk juga bisa diatur dan disepakati mengenai masalah penyelesaian sengketa sehingga tidak lagi mengacu pada aksi militer," lanjutnya.
"Kita harus bisa menunjukkan kepada dunia bahwa konflik dan pertikaian internasional bisa diselesaikan melalui diplomasi, hukum dan institusi-institusi internasional, bukan melalui kekerasan atau kekuatan militer semata," tutup politisi PDIP ini.
Berbicara di KTT ASEAN, Jokowi memang menegaskan tensi di Laut China Selatan harus dikurangi. Dalam acara yang dihadiri PM RRT Li Keqiang, Jokowi mengatakan RRT merupakan mitra penting bagi ASEAN.
"Saya ingin menekankan dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam kerja sama ASEAN-RRT. Pertama, ASEAN dan RRT harus mampu, saya ulangi, harus mampu menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan," ujar Jokowi.
Hal kedua yang ingin ditekankan Jokowi yakni terkait dengan situasi di kawasan Laut China Selatan. Ketegangan di kawasan Laut China Selatan harus dikurangi. "Tensi di Laut China Selatan harus dikurangi. Kegiatan-kegiatan yang dapat menciptakan ketegangan harus dihentikan," tegasnya. (mok/hri)











































