Pesan Samad untuk Pimpinan KPK Jilid 4: Jangan Tunduk Pada Intervensi

Pesan Samad untuk Pimpinan KPK Jilid 4: Jangan Tunduk Pada Intervensi

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 18:23 WIB
Pesan Samad untuk Pimpinan KPK Jilid 4: Jangan Tunduk Pada Intervensi
Taufiequrachman Ruki (kiri) dan Abraham Samad (kanan), (Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom)
Jakarta - Menurut ketentuan, KPK akan memiliki 5 pimpinan baru selambat-lambatnya pada 16 Desember mendatang. Namun, hal tersebut masih bergantung kepada DPR yang seyogyanya segera memilih 5 pimpinan baru sesuai ketentuan undang-undang.

Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad memiliki pesan khusus bagi para pimpinan jilid 4. Menurut Samad, jangan sampai pimpinan jilid 4 terpengaruh intervensi beberapa pihak.

"Untuk mengakhiri masa penugasan di KPK pastinya ada sesuatu yang bagi kami sangat berarti. Tapi lebih dari itu, ekspektasi masyarakat agar pemberantasan korupsi tak mati suri. Maka diharapkan pimpinan KPK yang terpilih nanti tetap melanjutkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Karena apapun yang terjadi yang menimpa KPK jilid 3 tidak boleh buat kita jadi takut atau kendor dalam pemberantasan korupsi," kata Samad di Hulu Cai Camp, Ciawi, Bogor, Sabtu (21/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samad menjelaskan, menjadi pimpinan KPK bukanlah hal yang mudah. Upaya intervensi bahkan sampai ke upaya untuk menjegal kinerja KPK tak jarang ditemui.

"Apa yang terjadi pada kami pimpinan jilid 3 itu harus jadi motivasi dan kekuatan pimpinan yang baru untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Yang terpenting pemberantasan korupsi enggak boleh kalah, enggak boleh tunduk pada intervensi manapun juga," jelas Samad.

Kejadian-kejadian yang menimpa para pimpinan KPK sejak jilid 1 sampai jilid 3 harus menjadi pembelajaran para pimpinan terpilih nantinya. Yang terpenting, menurut Samad, KPK harus kembali menunjukkan tajinya.

"Selama ini dari periode satu sampai tiga KPK selalu memperlihatkan taring dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu, ini yang harus dilanjutkan. Apapun yang menimpa KPK enggak boleh membuat pimpinan KPK selanjutnya kehilangan nyali dalam memberantas korupsi. Justru sebaliknya harus menumbuhkan nyali agar pemberantasan korupsi sebagaimana mestinya. Kalau kita kehilangan nyali atau semangatnya kendor, maka ruangnya nanti para koruptor," tegas Samad yang kini tengah sibuk menulis buku. (kha/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads