Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid mengatakan bahwa dugaan awal lantaran pihak Lion Air menjual tiket melebihi kapasitas. Alhasil, pihak Lion Air kemudian mengganti pesawat dan menyebabkan penumpang JT 898 harus menunggu lebih lama.
Namun saat dikonfirmasi, Humas Lion Air Andy M Saladin mengaku belum mendapat informasi mengenai hal tersebut. Andy hanya menyebut delay disebabkan masalah operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya lagi soal dugaan Kemenhub tentang penjualan tiket melebihi kapasitas, Andy tetap enggan berkomentar. Dia mengaku belum mendapat informasi lebih jelas mengenai hal itu.
"Saya belum dapat berkomentar kalau soal itu," kata Andy.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid menyebut pergantian pesawat dilakukan Lion Air untuk JT 898 dengan ukuran pesawat yang lebih besar. Pergantian itu lantaran ada dugaan Lion Air menjual tiket melebihi kapasitas pesawat.
"Dugaan sementaranya adalah mereka menjual tiket melebihi kapasitas. Akibatnya pada saat hari H pesawat yang untuk mengangkut kurang," ujar Hadi saat dihubungi terpisah.
Hadi menyebut Lion Air mengajukan pengantian pesawat dari jenis Boeing 737 menjadi Airbus A 330. Kapasitas pesawat kedua lebih besar dari pesawat pertama.
"Jadi gambarannya dari pesawat awal yang kira-kira menampung 190 orang, diganti menjadi pesawat baru dengan daya tampung sekitar 300 orang," ujar Hadi.
(dhn/tor)










































