"Kami menjalankan proses bisnis dengan tata kelola yang profesional berdasar prinsip-prinsip good corporate governance. Surat dari pihak manapun kami cek tanpa ada kewajiban apapun untuk mengikuti isi surat. Maka surat-surat itu tidak akan mempengaruhi keputusan bisnis Pertamina," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro saat dihubungi, Sabtu (21/11/2015). Wianda ditanya apakah Pertamina akan melaporkan katebelece itu ke polisi.
Katebelece yang diterima Pertamina berisi soal permintaan bantuan pihak yang mengatasnamakan Ketua DPR Setya Novanto ke Dirut Pertamina agar memperlancar urusan negosiasi kontrak penyewaan tanki BBM milik PT Orbit Terminal Merak. Menurut anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah, katebelece itu harus dilaporkan ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Inas Nasrullah menyarankan Pertamina melaporkan katebelece ke Bareskrim Polri karena menduga ada unsur penipuan. Apalagi Kabag TU Pimpinan DPR Hani Tahapari menyebut katebelece itu palsu.
"Kalau surat itu bukan dari ketua dewan, harusnya dia laporkan ke Bareskrim karena pemalsuan surat. Sampai saat ini kok nggak ada," kata Inas Nasrullah saat berbincang, Sabtu (21/11/2015).
Β
Setya Novanto sudah membantah pernah membuat dan mengirim katebelece ke Pertamina. Soal kop DPR yang ada di surat itu, Novanto menduga dibuat oleh orang lain.
"Saya tidak pernah merasa membuat dan mengirim surat ke Pertamina," kata Novanto. (tor/faj)












































