"Jadi mereka mengajukan pergantian pesawat di saat yang sangat mepet. Mendadak," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (21/11/2015).
Lion Air JT 898 yang dijadwalkan take off pukul 04.30 WIB merupakan pesawat jenis Boeing 737. Pihak Lion, kata Hadi, di saat yang sangat mepet, mengajukan pergantian menjadi Airbus A 330 yang daya tampungnya lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengajuan pergantian pesawat itu, kata Hadi, tidak bisa dengan sekejap dilakukan. Harus ada prosedur administrasi yang dilampaui.
"Tipe 330 ini merupakan tipe baru sehingga memerlukan pengkajian persyaratan. Misalnya mereka harus melampirkan sertifikat. Lampiran itu harus dilengkapi," ujar Hadi.
Pihak Lion Air juga menyebut delay itu terjadi karena adanya pergantian pesawat. "Memang delay karena ganti pesawat," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dihubungi. Menurut Edward, pesawat itu seharusnya terbang pukul 05.00 WIB. Namun yang terjadi, para penumpang baru diterbangkan pukul 11.00 WIB. (faj/dha)










































