Pasokan Listrik di Karimunjawa Terbatas, Digilir Tiap Jam saat Weekend

Pasokan Listrik di Karimunjawa Terbatas, Digilir Tiap Jam saat Weekend

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 13:27 WIB
Pasokan Listrik di Karimunjawa Terbatas,  Digilir Tiap Jam saat Weekend
Foto: Foto: Angling/detikcom
Jepara - Diesel bertenaga 500 kva yang berada di  Karimunjawa, Jepara,  menjadi sumber energi bagi warga yang tinggal di kepulauan itu. Paling lama listrik bertahan selama 12 jam pada malam hari.

Berlokasi di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, diesel tersebut mulai beroperasi sekira pukul 17.30 WIB. Maksimal listrik mengalir ke rumah warga hingga pukul 06.00 WIB. "Ini 500 kva, ini untuk satu kecamatan," ujar pegawai Pembangkit Tenaga Diesel Karimunjawa, Jumadi, Sabtu (21/11/2015).

Diesel tersebut dibantu dua diesel lain yang lebih kecil yang berada di Desa Nyamplungan dan Kemujan dengan kapasitas 100 kva. Meski sudah ada tiga diesel setiap kali weekend tiba, beban listrik bertambah dan harus ada giliran menyala satu jam sekali.
Diesel bertenaga 500 kva (Foto: Angling)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beban puncak bisanya Jumat, Sabtu, dan Minggu, pas banyak tamu. Dibagi satu jam, satu jam," ujarnya.

Pembagian "jatah" listrik itu biasanya dilakukan sampai pukul 21.00 WIB di seluruh wilayah Karimunjawa. Untuk mengatasi pemadaman giliran itu, banyak warga yang sudah menyiapkan genset. "Jadi kalau mati giliran, warga langsung menyalakan genset," pungkas.
Pemadaman listrik bergilir (Foto: Angling)


Solar yang dibutuhkan untuk menyalakan listrik selama 12 jam per hari di Karimunjawa sebanyak 70 liter. Terkait stok Solar, selama ini bisa terpenuhi sehingga jadwal distribusi listrik masih terjaga. "Tidak pernah sampai habis. Kalau mau habis, dua hari lagi biasanya sudah datang," imbuhnya.

Rencananya Juli tahun 2016, listrik akan menyala 24 jam setelah pengelolaan listrik di Karimunjawa akan berpindah dari Pemerintah Kabupaten Jepara ke PLN. Mesin diesel akan ditambah dengan didatangkan dari Kalimantan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendesak agar kebutuhan listrik 24 jam di Karimunjawa segera terpenuhi. Penambahan mesin diesel tersebut sekaligus menunggu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Legon Bajak, Karimunjawa.

"Sudah tidak penting (caranya), yang penting menyala (listrik 24 jam). Yang tahu manajerialnya PLN,  mau pakai apapun harus nyala. Ini remote-remote area harus jalan," tegas Ganjar di Karimunjawa. (alg/aan)


Berita Terkait