Bicara soal Terorisme dan Jihad Ekonomi, JK: Teror Bukan Ajaran Agama

Bicara soal Terorisme dan Jihad Ekonomi, JK: Teror Bukan Ajaran Agama

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 12:59 WIB
Bicara soal Terorisme dan Jihad Ekonomi, JK: Teror Bukan Ajaran Agama
Wapres JK ketika berada di Masjid Istiqlal saat Salat Istisqa atau meminta hujan, Minggu (1/1/2015) (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbicara mengenai terorisme di depan ribuan jemaah Persatuan Islam (Persis). Hal itu disampaikan JK dalam Muktamar XV Persis di di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Agama Islam dilihat dari akhlaknya. Banyak negara menghancurkan satu sama lain, kita tidak boleh begitu. Itu bukan ajaran agama. Umat Islam di Indonesia harus dapat menghindari hal seperti terorisme. Teror yang terjadi di luar belakangan ini harus kita sikapi bersama, demi menjaga nama baik Islam," tutur JK pada sambutannya

JK menambahkan, sebagai umat Islam kita harus bersatu padu memperbaiki citra Islam yang semakin memudar. Umat Islam tidak boleh dipandang sebagai bangsa yang kejam, pemarah dan identik dengan kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus kuat! Banyak cap umat Islam itu pemarah, anak mudanya banyak yang menjadi teroris. Kita tidak boleh gagal seperti negara Islam lainnya," ungkap JK yang mengenakan batik coklat lengan panjang pada saat memberikan sambutan.

Selain mengenai terorisme, JK juga menyoroti masalah perekonomian umat Islam yang harus senantiasa dibangun bersama.

"Selain berdakwah, kita juga harus berjihad secara ekonomi. Perjuangan dalam bidang ekonomi, sering saya gambarkan bahwa perjuangan dalam ekonomi untuk menciptakan kemakmuran yang adil untuk seluruh umat. Kita harus tingkatkan kemakmuran melalui cara meningkatkan semangat berdagang, meningkatkan hasil, produktivitas," ungkap JK.

Dalam penutup sambutannya, sekali lagi JK menyentil umat Islam yang masih jauh dari kemakmuran.

"Kalo 100 orang di Indonesia kaya, 10 orang adalah umat Islam. Sebaliknya, jika ada 100 orang miskin, 90-nya umat Islam. Sungguh ketimpangan yang tinggi, perjuangan jihad meningkatkan ekonomi adalah tugas kita semua," pungkasnya. (dhn/dhn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads