"Agama Islam dilihat dari akhlaknya. Banyak negara menghancurkan satu sama lain, kita tidak boleh begitu. Itu bukan ajaran agama. Umat Islam di Indonesia harus dapat menghindari hal seperti terorisme. Teror yang terjadi di luar belakangan ini harus kita sikapi bersama, demi menjaga nama baik Islam," tutur JK pada sambutannya
JK menambahkan, sebagai umat Islam kita harus bersatu padu memperbaiki citra Islam yang semakin memudar. Umat Islam tidak boleh dipandang sebagai bangsa yang kejam, pemarah dan identik dengan kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengenai terorisme, JK juga menyoroti masalah perekonomian umat Islam yang harus senantiasa dibangun bersama.
"Selain berdakwah, kita juga harus berjihad secara ekonomi. Perjuangan dalam bidang ekonomi, sering saya gambarkan bahwa perjuangan dalam ekonomi untuk menciptakan kemakmuran yang adil untuk seluruh umat. Kita harus tingkatkan kemakmuran melalui cara meningkatkan semangat berdagang, meningkatkan hasil, produktivitas," ungkap JK.
Dalam penutup sambutannya, sekali lagi JK menyentil umat Islam yang masih jauh dari kemakmuran.
"Kalo 100 orang di Indonesia kaya, 10 orang adalah umat Islam. Sebaliknya, jika ada 100 orang miskin, 90-nya umat Islam. Sungguh ketimpangan yang tinggi, perjuangan jihad meningkatkan ekonomi adalah tugas kita semua," pungkasnya. (dhn/dhn)











































