"Saya belum mengetahui mengenai kasus yang disebut sedang diselidiki itu. Bisa jadi di tahap kajian, bisa jadi bukan. Akan saya cek dulu," ujar Plt Pimpinan KPK Johan Budi di Jakarta, Sabtu (21/10/2015).
Isi katebelece yang diterima Pertamina tanggal 19 Oktober 2015 itu soal permintaan bantuan terkait negosiasi kontrak antara Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak terkait penyimpanan BBM. Pihak Pertamina menyebut, mereka memang sengaja tidak membayar karena ada kelebihan harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak itu bermasalah karena tarif penyewaan tanki PT Orbit Terminal Merak dinilai kemahalan dan tak wajar. Lalu, Bambang yang baru menjadi Direktur Pemasaran Pertamina November 2014 itu melibatkan Satuan Pengawas Intern (SPI) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta bagian legal Pertamina untuk mempelajari kontrak tersebut. Bambang menjelaskan Pertamina sama sekali belum mengeluarkan uang terkait kontrak dengan PT Orbit Terminal Merak. Diduga, katebelece atas nama Setya Novanto yang disebut palsu itu mendorong Pertamina agar segera mengucurkan duit terkait kontrak tersebut.
Katebelece yang mengatasnamakan Setya Novanto beredar di publik. Pihak DPR melalui Kepala Bagian Tata Usaha pimpinan DPR Hani Tahapari menegaskan katebelece yang beredar itu palsu. Setya Novanto juga sudah membantah pernah mengirim surat ke Pertamina. (faj/tor)










































