Kata KPK Soal Kasus Terkait Katabelece Atas Nama Novanto ke Pertamina

Kata KPK Soal Kasus Terkait Katabelece Atas Nama Novanto ke Pertamina

Fajar Pratama - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 11:47 WIB
Kata KPK Soal Kasus Terkait Katabelece Atas Nama Novanto ke Pertamina
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pertamina menyebut surat pengantar dari pejabat atau katebelece atas nama Ketua DPR Setya Novanto -- yang belakangan disebut pihak Setjen DPR palsu -- terkait kasus yang sedang ditangani KPK. Apa kata KPK?

"Saya belum mengetahui mengenai kasus yang disebut sedang diselidiki itu. Bisa jadi di tahap kajian, bisa jadi bukan. Akan saya cek dulu," ujar Plt Pimpinan KPK Johan Budi di Jakarta, Sabtu (21/10/2015).

Isi katebelece yang diterima Pertamina tanggal 19 Oktober 2015 itu soal permintaan bantuan terkait negosiasi kontrak antara Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak terkait penyimpanan BBM. Pihak Pertamina menyebut, mereka memang sengaja tidak membayar karena ada kelebihan harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah sampaikan bila kami profesional. Memang ada kontrak dengan Orbit Terminal Merak. Kontrak terjadi Oktober 2014. Saat kami masuk, dan ada pergantian direksi, itu jadi sasaran KPK karena ada indikasi tidak wajar. Setelah itu kami panggil Direksi Orbit dan akhirnya kami pilih nggak bayar sampai sekarang karena memilih menunggu kewajaran," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).

Kontrak itu bermasalah karena tarif penyewaan tanki PT Orbit Terminal Merak dinilai kemahalan dan tak wajar. Lalu, Bambang yang baru menjadi Direktur Pemasaran Pertamina November 2014 itu melibatkan Satuan Pengawas Intern (SPI) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta bagian legal Pertamina untuk mempelajari kontrak tersebut. Bambang menjelaskan Pertamina sama sekali belum mengeluarkan uang terkait kontrak dengan PT Orbit Terminal Merak. Diduga, katebelece atas nama Setya Novanto yang disebut palsu itu mendorong Pertamina agar segera mengucurkan duit terkait kontrak tersebut.

Katebelece yang mengatasnamakan Setya Novanto beredar di publik. Pihak DPR melalui Kepala Bagian Tata Usaha pimpinan DPR Hani Tahapari menegaskan katebelece yang beredar itu palsu. Setya Novanto juga sudah membantah pernah mengirim surat ke Pertamina. (faj/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini