Komisi VII DPR dan Pertamina Bahas Katebelece Atas Nama Novanto Senin

Komisi VII DPR dan Pertamina Bahas Katebelece Atas Nama Novanto Senin

Ahmad Toriq - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 10:38 WIB
Komisi VII DPR dan Pertamina Bahas Katebelece Atas Nama Novanto Senin
Foto: Lamhot Aritonang / detikFoto
Jakarta - Komisi VII DPR tak tinggal diam terkait katebelece atas nama Ketua DPR Setya Novanto yang dikirim ke Pertamina. Persoalan katebelece itu akan segera dibahas bersama Pertamina pada rapat Komisi VII.

"Nanti dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Pertamina, kita akan minta telusuri apakah surat itu betul dari pimpinan dewan. Kalau dari pimpinan dewan kan kop suratnya katanya di kiri, tapi ini di tengah. Nanti diklarifikasi," kata anggota Komisi VII Inas Nasrullah kepada wartawan, Sabtu (21/11/2015).

Inas menyebut surat Novanto yang diterima Pertamina pada 19 Oktober 2015 soal permintaan bantuan negosiasi kontrak Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak terkait penyimpanan BBM itu adalah masalah serius. Terlebih saat diketahui belakangan masalah itu ternyata sedang diselidiki KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok (Senin, 23 November) kan akan ada Panja Migas, kami akan minta Pertamina tunjukkan mana surat itu. Itu yang harus diklarifikasi," ujar politikus Hanura ini.

Pertamina menerima surat pengantar dari pejabat atau katebelece atas nama Ketua DPR Setya Novanto 19 Oktober 2015 lalu. Belakangan, pihak Setjen DPR menyebut katebelece itu palsu. Isi katebelece itu ternyata terkait kasus yang sedang ditangani KPK.

Isi katebelece yang diterima Pertamina itu soal permintaan bantuan terkait negosiasi kontrak antara Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak terkait penyimpanan BBM. Ternyata, KPK sedang menyelidiki kontrak tersebut. Kontrak itu bermasalah karena tarif penyewaan tanki PT Orbit Terminal Merak dinilai kemahalan dan tak wajar.

Setya Novanto sudah membantah pernah membuat dan mengirim katebelece ke Pertamina. Soal kop DPR yang ada di surat itu, Novanto menduga dibuat oleh orang lain:

"Saya tidak pernah merasa membuat dan mengirim surat ke Pertamina," kata Novanto.

Berikut isi lengkap katebelece tersebut:

(Logo DPR)
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA

Drs Setya Novanto
Ketua DPR-RI

Jakarta, 17 Oct 2015

Kepada Yth
Bapak Dwi Soetjipto
Direktur Utama Pertamina


Dengan hormat,
Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga sekiranya kami dapat dibantu mengenai Addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan bahan bakar minyak di terminal bahan bakar minyak antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah diterima beberapa minggu lalu dan lampiran sebagai berikut:

1. Surat No 004/F10000/2015-S0 Tanggal 1 Juli Notulen Rapat Negosiasi Awal dengan PT. Orbit Terminal Merak.
2. Surat No 343/F10300/2015-S5 Tanggal 7 Juli 2015 Perihal Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun Orbit Tanking Merak.
3. Surat No 055/OT-JKT/VII/2015 Tanggal 27 Juli 2015 Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun PT. Orbit Terminal Merak.
4. Surat No 337/F10000/2015-S0 Tanggal 3 Agustus 2015 Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
5. Surat No 061/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 8 Agustus 2015 Tanggapan Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
6. Surat No 357/F10000/2015-S0 Tanggal 14 Agustus 2015 Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
7. Surat No 064/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 24 Agustus 2015 Tanggapan Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
8. Surat No 1036 - BUM/KMD/10/2015 Tanggal 07 Oktober 2015 Konfirmasi Kontrakan PT. Orbit Terminal Merak

Terimakasih atas perhatian Bapak (tor/faj)


Berita Terkait