Kumpul di Hambalang, KMP Dengar Penjelasan Setya Novanto dan Beri Dukungan

Kumpul di Hambalang, KMP Dengar Penjelasan Setya Novanto dan Beri Dukungan

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2015 06:52 WIB
Kumpul di Hambalang, KMP Dengar Penjelasan Setya Novanto dan Beri Dukungan
Ilustrasi/Pertemuan KMP di Bakrie Tower Jakarta, Kamis (3/9/2015)/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Elite parpol Koalisi Merah Putih (KMP) berkumpul di rumah Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. KMP menegaskan tetap mendukung Ketua DPR Setya Novanto untuk mengikuti proses di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait aduan dugaan pencatutan nama presiden/wapres dalam pembicaraan kontrak PT Freeport.

"Intinya minta penjelasan dari Setya Novanto terkait kasus yang diadukan ke MKD. Setelah dijelaskan, KMP sepakat untuk mendukung Setnov agar mengikuti proses di MKD sampai tuntas," kata Presiden PKS Sohibul Iman saat dihubungi detikcom, Jumat (20/11/2015) malam.

Menurutnya, tidak ada pembahasan topik lainnya selain mendengarkan penjelasan Novanto yang diadukan oleh Menteri ESDM Sudirman Said kepada MKD atas dugaan mencatut nama presiden/wapres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak ada pembicaraan lain, hanya itu saja. Dan lagi cuma sebentar kok, dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, selebihnya acara HKTI," sambungnya.

Sebelumnya para elite KMP datang atas undangan Prabowo dalam acara syukuran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Mereka yang hadir adalah Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical), Waketum Gerindra Fadli Zon, Waketum Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto, dan Idrus Marham.

Kemudian juga ada Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, dan PAN diwakili oleh Amien Rais.

Novanto sudah mengakui adanya pertemuan dengan Presdir PT Freeport dan pengusaha minyak Reza Chalid. Namun Novanto tak mengakui rekaman dan transkrip pembicaraan yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD.

"Saya tidak pernah akui rekaman itu, belum tentu suara saya. Bisa saja diedit dengan tujuan menyudutkan saya. Saya merasa dizalimi," ucap Novanto di Gedung DPR.

Novanto juga menegaskan dia memahami kode etik sebagai anggota dewan apalagi pimpinan yang tidak boleh menjanjikan sesuatu untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Novanto bersedia agar rekaman Sudirman itu dibuka secara utuh.

Kini muncul geliat mosi tidak percaya terhadap Novanto yang disuarakan anggota DPR. Selain itu MKD juga didesak tetap mengusut tuntas aduan Sudirman Said dengan menggelar sidang terbuka. (adit/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads