Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, pertemuan dengan Ban Ki-moon akan dilakukan pada Minggu (22/11) di Kuala Lumpur. Sejumlah agenda penting akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Pertemuan dengan Sekjen PBB isu yang akan dibahas tentu saja global," kata Retno saat ditemui di Hotel Westin, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang akan dibahas yakni isu di mana Indonesia memiliki peranan yang bagus. Karena Indonesia dalam konteks PBB memiliki peranan yang sangat tinggi sekali. Pertama di bidang peace keeping operation," ujar Retno.
Selain itu, Jokowi dan Ban Ki Moon juga akan membahas terkait dengan masalah irregular migration. Masalah aksi kekerasan dan terorisme juga akan dibahas.
"Kedua di bidang irregular migration. Ketiga counter terrorism," kata Retno.
Selain itu, Jokowi dan Ban Ki Moon juga akan menyinggung soal Sustainable Development Goals (SDFS) United Nations.
"Dan tentunya tentang isu SDGS. Indonesia akan mendukung program SDGS karena implementasinya sudah dilakukan Indonesia dan akan dilakukan lebih baik lagi. Dan pada saat yang sama Indonesia membuat kerangka SDGS bersama stakeholder. Jadi persiapannya lebih bagus," papar Retno.
(jor/fdn)










































