Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Buruh akan Datangi Istana
Kamis, 03 Mar 2005 16:21 WIB
Jakarta -
Aksi menentang kenaikan harga BBM masih akan berlanjut. Ratusan buruh berencana menggelar aksi di Istana Merdeka, Sabtu (5/3/2005). "Sekitar 600 orang buruh yang berasal dari berbagai elemen menolak kenaikan BBM," ujar Jubir Aliansi Buruh Bersatu (ABB) Budi Wardoyo di Kantor YLBHI, Jl. Diponegoro, Jakarta, Kamis (3/3/2005). ABB merupakan gabungan dari Serikat Pekerja Indonesia (SPI), Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), Komite Aksi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Serikat Buruh Gabungan (SBG). Budi menilai pencabutan subsidi BBM untuk dialokasikan kepada rakyat miskin adalah suatu kebohongan. "Rakyat miskin seperti sopir angkot, tukang ojek, pengemudi bajaj begitu juga kaum buruh yang mengkonsumsi BBM pasti merasakan dampak kenaikan BBM. Tapi kita tahu pemerintah pasti tidak akan peduli kenaikan BBM tersebut menyengsarakan rakyat," katanya. Menurut Budi, alasan subsidi akan dialihkan berupa kompensasi lain bagi rakyat miskin merupakan alasan usang. Alasan itu, lanjut Budi, hanya propaganda kosong. "Untuk itu, kami kaum buruh dan rakyat miskin Indoesia dengan tegas menolak kenaikan BBM. Kalau perlu kita akan bikin petisi, aksi demonstrasi hingga pemogokan massal," ancamnya.
(rif/)










































