"Itu ada kesalahan dalam penghitungan yang harusnya bisa lebih efisien. Biasanya semua pada copy paste saja sehingga enggak pas. Harusnya hanya apa, tapi ditulisnya programmer," kata di sela rapat dengan Badan Anggaran di gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).
Ia menjelaskan programmer ini pekerjaannya terkait ujian nasional, databse,Β dan pengolahan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya enggak dikali-kali gitu, harusnya orang kali jam kali hari. Jadi ini faktor pengkaliannya. Tapi enggak adalah motif mau nyolong nyolong, sekarang kan semakin transparan," pungkasnya.
Sebelumnya, saat mengevaluasi anggaran per dinas-dinas, pada Dinas Pendidikan ia menemukan anggaran 'honor programmer' yang diberikan pada seseorang dengan nilai hingga Rp 57 juta untuk 6 hari kerja. (aan/nrl)











































