Kapolsek Ambarawa AKP Mulyadi mengatakan, begitu mendapat kabar ada sanak keluarganya dari Ambarawa, pihaknya langsung bergerak. Termasuk ke wilayah-wilayah yang diduga tempat domisili sang ibunda.
"Ada juga informasi ibunya sebagai buruh cuci, kami mengerucut ke wilayah tersebut," kata Mulyadi kepada detikcom, Jumat (20/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai anggota polisi saya terpanggil. Kalau melihat diri saya sendiri yang mengalami bagaimana," imbuhnya.
Ambarawa selama ini dikenal sebagai wilayah yang 'dekat' dengan Belanda. Banyak turis asal negeri kincir angin yang datang ke sana. Bangunan-bangunan pun banyak yang masih bernuansa kolonial.
"Kalau masalah adopsinya saya belum jelas. Tapi di Ambarawa memang banyak dan pusatnya orang Belanda," terangnya.
Sander Metz (34) lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, dengan nama Budi Santoso dan kemudian diadopsi serta dibawa ke Belanda. Kini, dia mencari keluarganya dengan berbekal sejumlah bukti, salah satunya surat kelahiran.
Sander menggunggah surat kelahiran tersebut di akun Facebook-nya. Di surat tersebut tertera waktu kelahiran serta nama ibu Sander.
Berikut keterangan yang terpapar di surat tersebut:
Untuk yang Bersangkutan
Surat Kelahiran
No. 51/1981
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:
Hari: Jumat Kliwon
Tanggal: 20-3-1981
Di: Kalipawon/Amb
Telah lahir seorang anak laki-laki bernama Budi Santoso dari seorang ibu bernama Warni
Alamat: Kalipawon
Isteri dari: -
Surat keterangan ini dibuat atas dasar yang sebenarnya
Ambarawa, 20 Maret 1981
Kepala Desa Panjang (mad/nrl)











































