Migrant Care Persoalkan Mahalnya Biaya Urus Dokumen TKI
Kamis, 03 Mar 2005 15:34 WIB
Jakarta -
Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat "Migrant Care" mempersoalkan mahalnya biaya pengurusan dokumen bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) agar bisa masuk secara legal ke Malaysia yang mencapai Rp 2.990.000. "Biaya itu mark up semua. Masa biaya pemeriksaan kesehatan mencapai Rp 400.000. Padahal biasanya hanya Rp 165.000," kata koordinator Migrant Care Anis Hidayah.Anis, kepada wartawan di kantor Migran Care, di Jl. Cipinang Pulo Maja, Jakarta Timur, Kamis (3/3/2005), menunjukkan contoh lainnya, yaitu, biaya jasa perusahaan yang mencapai Rp 1.500.000 per TKI. "Biaya itu terlalu besar. Apalagi Rp 2.990.000 itu belum termasuk biaya transportasi."Lukman, salah seorang TKI ilegal yang kembali ke Indonesia untuk mengurus dokumen, menyatakan biaya tersebut memang terlalu mahal. "Yang jelas saya sampai ke sini tidak mempunyai uang lagi dan tidak sanggup membayar biaya tersebut. Saya harap pemerintah bisa meringankan biaya tersebut," harapnya.Ditambahkan Lukman, ia bersama 90 orang temannya kini juga tengah memperjuangkan upah mereka yang belum dibayar majikannya di Malaysia. Kalau dokumen sudah beres ia akan kembali ke Malaysia untuk bekerja kembali serta menagih upah yang belum dibayar."Saya sudah melaporkan masalah upah ke kepolisian Malaysia. Dan dua atau tiga minggu lagi akan masuk ke persidangan," demikian Lukman.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































