"Masukan beliau (Kapolri), karena ini sudah diakui adanya pertemuan, agar tidak buang waktu cukup lama, tinggal konfirmasi saja di persidangan," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat dihubungi, Kamis (19/11/2015) malam.
Badrodin memberi saran kepada MKD untuk mengkonfirmasi rekaman tersebut kepada yang bersangkutan di persidangan. Bila ternyata pihak-pihak yang ada di rekaman tersebut membantah, barulah verifikasi dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu akan lebih cepat. Toh sudah ada pengakuan," ucap politikus PDIP ini.
Novanto memang sudah mengakui bertemu dengan Maroef dan mengajak Reza Chalid di Ritz Carlton pada 8 Juni 2015 lalu. Meski begitu, dia membantah meminta saham dengan mencatut nama presiden serta wapres.
Langkah MKD selanjutnya adalah dengan mengadakan rapat pimpinan pada Jumat (20/11/2015) hari ini. Mereka akan menerima hasil verifikasi dari tenaga ahli dan menentukan agenda sidang berikutnya.
"Pelapor akan diperiksa pertama dulu. Akan kita klarifikasi dan untuk penegasan. Mungkin masih mau ajukan bukti juga," ujar Junimart.
Dalam pertemuan tersebut, MKD hanya berkonsultasi dengan Kapolri dan tidak menyerahkan rekaman yang tersimpan di flash disk. "Tapi kalau tenaga ahli komunikasi dengan Bareskrim, saya tidak tahu juga," imbuhnya.
Pertemuan dengan Kapolri berlangsung di kediamannya pada Kamis (19/11) sore. Pimpinan MKD yang datang adalah trio Wakil Ketua MKD DPR Sufmi Dasco Ahmad, Junimart Girsang, dan Hardi Susilo. Badrodin menyebut pertemuan hanya berlangsung sekitar 15 menit.
"Ya kan nanya, menanyakan apakah rekaman itu dicek keasliannya dulu atau tidak masalah rekaman itu. Apakah rekaman itu perlu nggak diperiksa. Saya pikir kalau sesuatu yang sudah diakui nggak perlu (diperiksa)," kata Kapolri saat dihubungi wartawan, Kamis (19/11/2015). (imk/spt)










































