"Kita setuju Pak Ahok adakan evaluasi untuk anggaran Disparbud. Selama ini memang ada kegiatan yang kurang efisien," ujar Purba saat dihubungi detikcom, Kamis (19/11/2015) malam.
Ahok kesal lantaran dinas sering mengadakan festival yang memakan biaya besar sementara kondisi museum di Ibu Kota tidak pernah diperhatikan. Ditambah lagi dengan program Sudin dan Disparbud DKI yang seringkali bentrokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Event dan festival memang dikurangi. Kita akan partisipasi di event-event swasta yang telah exist, seperti Jakarta Week Festival dan Jakarta Food and Fashion Festival. Promosi lebih ke media sosial," terangnya.
"Untuk (acara di) luar negeri juga bersifat partisipasi di event yang sudah jadi. Tidak harus buat sendiri," tutup Purba.
Sebelum ini, Ahok kesal bukan main dengan permainan EO yang kerap mark up tiap mengadakan festival di Ibu Kota. Untuk itu, Ahok meminta kepada Dinas Pariwisata DKI agar tidak lagi menggunakan jasa EO.
Kemudian, Ahok juga menegaskan anggaran untuk Disparbud DKI dalam APBD 2016 dikurangi menjadi tinggal sekitar Rp 300 miliar. "Tahun ini kita potong dinasnya saja bisa tinggal Rp 150 miliar kalau tambah sudin-sudin semua ada itu Rp 9-10 miliar. Ya mungkin dibawah Rp 300 miliar saya kira Disparbud tahun ini," kata Ahok di Balai Kota.
(aws/imk)











































