Deklarasi dukungan dilakukan di Tartine Cafe, fX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015). Di acara ini, tercatat ada 25 orang yang tercatat memberikan dukungan untuk Adhyaksa yang juga hadir.
"Saya melihat dalam diri Adhyaksa Dault ini, ia adalah fenomena. Begitu banyak keinginan kita mengubah di DKI ini. Tapi ada dua yg ingin saya titipkan kepada dia, masalah pembelajaran kebangsaan di DKI dan mengembangkan kembali toleransi dalam masyarakat," kata salah satu tokoh yang hadir, Lily Wahid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Ahok sebetulnya baik dalam memperbaiki birokrasi. Cuma jika Pak Ahok mau sedikit nyekolahin mulutnya, mungkin akan lebih baik," ucapnya.
Pendeta asal Manado, Welly Phaat yang hadir di acara ini mengungkapkan keunggulan Adhyaksa. "Tiga hal yang sudah dimiliki yaitu popularitas, finansial, integritas," ujarnya.
Sementara itu, mantan Sekjen Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Viktus Murin memuji Adhyaksa sebagai sosok nasionalisme relijius. Dia pun tidak terima bila ada yang mem-bully Adhyaksa.
"Dia seorang Islam tapi bisa hidup dengan agama lainnya," ungkap Viktus.
(imk/tor)










































