Tak hanya Jokowi, Wapres Jusuf Kalla juga demikian. JK marah dan bahkan mengancam melapor ke polisi soal namanya yang dicatut. Pencatutan Jokowi dan JK ini dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD DPR. Ketua DPR Setya Novanto yang dilaporkan.
Tapi ada yang menjadi pertanyaan. Nama Menko Polhukam Luhut Pandjaitan juga disebut di percakapan transkrip rekaman. Berbeda dengan Jokowi dan JK, Luhut malah mengaku tidak tercemar namanya. Sikap Luhut ini yang mengundang tanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Andalas ini juga menyampaikan, pencatutan nama presiden adalah tindakan bukan hanya menghina presiden sebagai kepala negara tetapi juga sebagai kepala pemerintahan.
"Menjual nama presiden itu melecehkan negara. Harusnya jajaran kabinet menyadari posisi presiden sebagai kepala negara, jangan sampai kepala negara kita dengan mudah dicatut demi kepentingan finansial sekelompok orang atau partai tertentu," tutur Feri. (slh/dra)











































