Soal Kasus 'Papa Minta Saham', Wantimpres: Langkah Presiden Sudah Benar

Soal Kasus 'Papa Minta Saham', Wantimpres: Langkah Presiden Sudah Benar

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 18:06 WIB
Soal Kasus Papa Minta Saham, Wantimpres: Langkah Presiden Sudah Benar
Anggota Wantimpres saat bertemu Ketua DPR. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyerahkan masalah dugaan pencatutan namanya oleh Ketua DPR RI Setya Novanto saat bertemu dengan PT Freeport ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dewan Pertimbang Presiden (Wantimpes) menilai langkah Presiden Jokowi ini sudah tepat.

"Saya kira sudah benar. Karena ini adalah dilaporkan ke DPR dan DPR punya instrumennya sendiri, silakan diselesaikan lewat itu," ucap anggota Wantimpres Suharso Monoarfa saat ditemui di Kantor Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Suharso menilai, pelaporan Ketua DPR ke MKD itu pasti ada penyebabnya. Menurutnya, saat ini Ketua DPR Setya Novanto pasti tengah perpikir atas pelaporan namanya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang katakan, enggak ada asap, enggak ada api. Itu aja komentar saya. Dan siapa pun bisa gunakan komentar itu. Kan misalnya sekarang disangkakan kepada Ketua DPR itu, Ketua DPR juga pasti pikir, apa maksudnya saya diginiin. Kan sementara, apa ini keinginan dari pihak di sana, supaya jadi gaduh?" kata Suharso.



Berbeda dengan Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terang-terangan menyatakan kekecewaannya terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang juga mencatut namanya. Menurut Suharso sikap JK ini juga tidak bisa disalahkan.

"Sikap Presiden benar, sikap Wakil Presiden juga benar. Saya enggak bisa memberi evaluasi kepada Presiden dan Wapres atas sikap mereka. Apalagi untuk kasus seperti ini. Tapi yang saya sampaikan mari bantu, agar tidak begini terus, di viral, kita capek jadinya," jelas Suharso.

(jor/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads