'Papa Minta Saham', ICW: Parpol Harus Evaluasi Kader Mereka di Senayan

'Papa Minta Saham', ICW: Parpol Harus Evaluasi Kader Mereka di Senayan

Rina Atriana - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 16:48 WIB
Papa Minta Saham, ICW: Parpol Harus Evaluasi Kader Mereka di Senayan
Foto: twitter
Jakarta - Trending topic 'Papa Minta Saham' menjadi sindiran yang dilontarkan Jokowi. Tak lain karena nama dia dicatut terkait pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan petinggi Freeport. Menteri ESDM Sudirman Said sudah melapor ke MKD DPR.

Berkaca dari kasus pencatutan itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta partai politik untuk rutin melakukan evaluasi terhadap kader-kader mereka yang duduk sebagai wakil rakyat di Senayan. Hal tersebut agar kasus pelanggaran etik yang dilakukan anggota dewan bisa diminimalisir.

"Partai politik harus melakukan evaluasi dan tidak hanya dilepas begitu saja di parlemen. Apakah sudah menjalankan fungsinya dengan benar atau bagaimana," kata Peneliti ICW Almas Sjafira dalam diskusi 'Darurat DPR' di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jl Matraman Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arahnya lebih dilihat kepada keberanian Menteri ESDM untuk melaporkan Setnov ke MKD. Ini salah satu upaya pencegahan korupsi. Daripada dibiarkan malah nanti sampai kejadian malah lebih gaduh lagi," terang Almas.



Peneliti Para Syndicate Toto Sugiarto menyatakan apa yang dilakukan Setnov, jika benar meminta saham ke PT Freeport, maka telah memperburuk citra DPR. Di mana harusnya sebagai Ketua DPR, Novanto lebih mementingkan kepentingan rakyat.

"Sebagai Ketua DPR bagaimana kepentingan umum yang harusnya dilakukan terlebih dahulu, malah menunggangi posisi suci di republik ini," papar Toto. (rna/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads