Ahok Ingin JPO Jadi Terowongan Pedestrian, Warga Minta Keamanan Diperhatikan

Ahok Ingin JPO Jadi Terowongan Pedestrian, Warga Minta Keamanan Diperhatikan

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 16:13 WIB
Ahok Ingin JPO Jadi Terowongan Pedestrian, Warga Minta Keamanan Diperhatikan
JPO di Jl MH Thamrin (Foto: Ahmad Masaul/detikcom)
Jakarta - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan MH Thamrin-Jenderal Sudirman akan dibongkar dan diganti dengan terowongan untuk pedestrian alias pejalan kaki oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Para pejalan kaki meminta keamanan terowongan pedestrian itu diperhatikan.

"Ada petugas keamanan yang berjaga di dalam terowongan tersebut. Soalnya kan nggak kelihatan kalau terowongan itu, rawan tindak krimilitas. Apalagi buat kaum perempuan seperti saya," kata Ramita (24), seorang karyawati di kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat yang ditemui detikcom di JPO depan Menara Thamrin, Kamis (19/11/2015).

Dia pada dasarnya setuju dengan rencana Ahok itu. Selain keamanan, Ramita mengimbau Pemprov DKI juga memperhatikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak masalah dibongkar asal fasilitasnya lebih bagus. Seperti setiap terowongan ada liftnya untuk orang lanjut dan disabilitas. Dirapikan terowongan dari PKL," imbuh dia.

Pejalan kaki lain, Oriza juga menyuarakan masalah keamanan di bawah terowongan pejalan kaki itu bila rencana Pemprov DKI benar-benar dilaksanakan. Dia menyarankan untuk dipasang CCTV dan satpam yang siaga 24 jam.

"Perlu dipasang CCTV, kalau pun tidak ada keamanan atau orang berjaga bisa ada push alarm. Jadi biar nggak seram kalau lewat larut malam," tutur Oriza.

Dengan adanya terowongan bawah tanah diharapkan memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.

"Kalau diganti ke terowongan supaya lebih bersih terowongannya tidak seperti JPO sekarang," ucap Oriza.

JPO di Jl MH Thamrin (Foto: Ahmad Masaul/detikcom)


Sebelumnya Ahok berencana membongkar JPO dan mengganti dengan terowongan bawah tanah bagi pejalan kaki agar tidak menganggu jalur mass rapid transid (MRT).

Ahok menyebut apabila pembangunan jalur MRT di kawasan pusat sudah jadi, maka pihaknya akan melebarkan pedestarian atau trotoar untuk pejalan kaki. Di trotoar juga akan disediakan kafetaria supaya bisa menjadi tempat nongkrong anak muda yang seru. Ahok menargetkan pembongkaran JPO itu dilakukan setelah proyek MRT rampung pada 2018 mendatang.

JPO di Jl MH Thamrin (Foto: Ahmad Masaul/detikcom)
(slm/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads