SBY Persilakan TPF Munir Minta Keterangan ke BIN

SBY Persilakan TPF Munir Minta Keterangan ke BIN

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2005 14:39 WIB
Jakarta - Presiden SBY mempersilakan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir meminta keterangan dari semua institusi dan badan negara, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) bila diperlukan."Presiden menghargai kerja keras tim untuk membantu penyidikan Polri. Pemerintah tidak akan mencampuri. Tetapi memberikan kebebasan penuh dan mendukung sepenuhnya," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra.Hal itu disampaikan dia dalam konferensi pers usai pertemuan antara TPF Munir dengan SBY di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2005)."Presiden juga menegaskan, semua institusi, badan-badan negara, kalau perlu tim penyidik mewawancarai mereka, silakan. Bahkan Presiden menyebutkan termasuk BIN. Kalau BIN perlu diwawancara, Presiden persilakan," ujar Yusril.Menurut dia, bila pada masa lalu BIN tidak dapat disentuh. Namun sekarang TPF dapat menghimpun fakta-fakta dan data-data di BIN."Tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena Presiden mengharapkan kasus meninggalnya Munir dapat terungkap jelas, dan diproses secara hukum melalui penuntutan di peradilan," jelas Yusril.Wakil Ketua TPF Munir, Asmara Nababan menyatakan, sebelum bertemu dengan SBY, pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan BIN. Meski demikian, belum ada tanggal pastinya.KonspirasiKetua TPF Munir, Brigjen Pol Masudi Hanafi mengatakan, TPF menyimpulkan terdapat cukup bukti kuat peristiwa meninggalnya Munir merupakan hasil satu kejahatan konspiratif yang tidak mungkin dilakukan perseorangan dengan motif pribadi."Ada indikasi kuat keterlibatan para direksi Garuda, baik secara langsung atau tidak dalam meninggalnya Munir," tukasnya.Asmara menambahkan, pihaknya mempertanyakan apa keuntungan Garuda atas persekongkolan tersebut, dan siapakah pihak di balik Garuda dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004 di dalam pesawat menuju Belanda."Indikasinya ada persekongkolan antara pimpinan Garuda dalam menutup-nutupi, berdasarkan sejumlah kejanggalan yang berhubungan pada tanggal 6 September 2004. Namun ada siapakah di balik Garuda, kita tanya apa untungnya Garuda, apa hubungannya Garuda dengan Munir," urai dia.Anggota TPF Munir dari Kontras, Usman Hamid mengatakan, terdapat sejumlah fakta yang saling berelevansi yang mengaitkan antara BIN dengan meninggalnya Munir. Namun pihaknya masih merahasiakan sejumlah fakta yang mengaitkan BIN dengan meninggalnya Munir."Kini TPF tidak lagi berkutat pada ring satu atau pelaku langsung di lapangan, tapi sudah maju pada ring dua yang berkaitan dengan siapakah di balik pelaku di lapangan," tandasnya. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads