Angkot Mogok, 50 Ribu Penumpang di Pekanbaru Terlantar
Kamis, 03 Mar 2005 14:39 WIB
Pekanbaru -
Sekitar 50 ribu penumpang terlantar menyusul aksi mogok sopir angkot di sejumlah tempat di Pekanbaru. Bantuan transportsi dari pemerintah belum dikerahkan.Demikian pantauan detikcom di Pekanbaru, Kamis (3/3/2005).Masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum tampak berjejer di sepanjang jalan di Pekanbaru. Begitu juga, anak-anak sekolah yang terlihat berjalan kaki pulang menuju rumah masing-masing.Misalnya, siswa siswi SMU Sedar, yang berlokasi di kawasan Pasar Kodim, Jalan Ahmad Yani. Mereka terpaksa berjalan kaki dari sekolah menuju rumah masing-masing yang sebagian besar berjarak 3 sampai 5 kilometer.Selain itu, penumpang dari kawasan pasar pusat Pekanbaru menuju kawasan Pandau Kabupaten Kampar yang berjarak 15 kilometer juga terlantar."Tadi pagi saya bisa naik bus kota, tetapi siang ini mau pulang ke Pandau tidak ada satu pun bus yang mau ditumpangi. Akhirnya, saya masih bertahan menunggu jemputan keluarga. Kalau naik taksi ongkosnya bisa Rp 35.000," kata Murni, pemilik toko kelontong.Dinas Perhubungan Pekanbaru semula berjanji akan meminta bantuan kepada instansi terkait untuk mengirim sejumlah truk guna mengangkut penumpang yang terlantar. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda bantuan pemerintah setempat.Aksi mogok merembet ke Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Puluhan AKDP dengan mobil L-300 jurusan Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten Kampar melakukan aksi mogok meminta kenaikan tarif. Angkutan tersebut tampak di parkir di Terminal Mayang Terurai di Jalan Tambusai Pekanbaru. Tarif angkutan yang biasanya mencapai Rp 10 ribu diusulkan naik menjadi Rp 13 ribu. Begitu juga, angkutan dari Pekanbaru menuju Kabupaten Palalawan yang meminta ongkos dari Rp 12 ribu naik menjadi Rp 15 ribu. Angkutan diparkir di kawasan terminal Pangkerang.Pemerintah daerah Pekanbaru sepakat menaikan tarif 10 sampai 15 persen. Namun, sopir angkot tetap menuntut kenaikan mencapai 50 persen.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































