Namun, karena pimpinan dan anggota MKD berhalangan menemui, maka mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta ini hanya diwakili pihak sekretariat. Para mahasiswa ini diketahui berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), Akademi Pimpinan Perusahaan (APP), UIN Syarif Hidyatullah, dan UHAMKA.
"Kami ke sini hanya untuk memberikan dukungan, obat kuat agar MKD tetap semangat dan harus fokus bekerja," ujar Ketua PWMI Aziz Zulkarnaen saat memberikan simbol obat kuat kepada sekretariat MKD di Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar tidak terpengaruh dengan tekanan pihak luar yang bisa menjatuhkan lembaga negara kita sendiri," sebutnya.
![]() |
Lanjutnya, tak hanya sekadar mengusut, MKD mesti berani mencari tahu maksud dan tujuan serta motif di balik rekaman yang melibatkan pimpinan DPR dan Freeport. Dia mencurigai ada skenario yang justru memperkeruh stabilitas politik dan menghambat kinerja pemerintah dan DPR.
"Kami meminta juga MKD harus transparan dan jelas soal mekanisme di balik munculnya rekaman ini," tuturnya.
"MKD juga harus mengusut tuntas perihal surat palsu yang beredar dengan kop DPR ke Pertamina. Ini agar jelas maksud dan motif kemunculan surat ini," imbuhnya.
(hty/tor)











































