Novanto Siap Jelaskan Secara Utuh Transkrip Percakapan Soal PT Freeport

Novanto Siap Jelaskan Secara Utuh Transkrip Percakapan Soal PT Freeport

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 09:20 WIB
Novanto Siap Jelaskan Secara Utuh Transkrip Percakapan Soal PT Freeport
Foto: Setya Novanto (Andhika Akbarayansyah/grafis)
Jakarta - Selain transkrip pembicaraan dengan pimpinan PT Freeport dan pengusaha Reza Chalid, ada bukti berupa rekaman yang juga beredar terkait percakapan yang disebut Menteri ESDM mencatut Presiden dan Wapres itu. Apa tanggapan Novanto?

"Kalau (transkrip) itu saya melihat ada beberapa yang enggak utuh dari awal sampai akhir. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan keutuhannya. Karena kita juga meremind kembali dengan teman saya yuk kita duduk, pikirkan kembali kecurigaan-kecurigaan Pak Reza," ujar Novanto dalam wawancara di kediamannya Jaksel, Kamis (19/11/2015).

"Ternyata ini terbukti. Nyatanya ini ada begini. Wah, saya berterimakasih ternyata Anda punya penjelasan, saya membenarkan ada transkrip yang beredar yang tentu tidak utuh," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Novanto, pertemuan itu digelar atas insiatif pimpinan PT Freeport untuk menanyakan kepada Novanto selaku ketua DPR, terkait pembangunan smelter, divestasi dan perpanjangan kontrak PT Freeport yang akan habis tahun 2021.

Sehingga jika ada transkrip, bagi Novanto itu bisa membuktikan peristiwa yang sebenarnya sebagaimana yang dia paparkan. Dia siap memberikan klarifikasi ke MKD jika dibutuhkan.

"Saya kan sejak awal sudah mengatakan sangat menghormati MKD. MKD harus bekerja dengan baik, profesional dan dengan fungsi dan tugasnya harus melakukan yang terbaik. Ini adalah MKD dan ke depan kita berharap bisa meberikan sesuatu klarifikasi," ujarnya.

Lantaran meyakini bahwa pertemuan itu tidak melanggar kode etik anggota dewan, Novanto mengatakan bisa saja melaporakan balik pihak-pihak yang merugikan namanya. "Ya, yang jelas saya sudah menyerahkan semuanya kepada pihak yang saya percaya untuk menindaklanjuti," ujarnya.

"Tapi saya menyerahkan kepada publik untuk menilai masalah ini," imbuhnya.

(bal/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads