"Ada kegiatan hasil dari pada studi kita kurang lebih ada 26 km yang harus kita lakukan normalisasi," ujar T Iskandar dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Inspeksi Saluran Tarum Barat, Kalimalang , Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Proyek ini akan dimulai di 5 km pertama, saat ini masih dicari lokasi mana yang lebih diprioritaskan karena terletak di antara kabupaten dan kota Tanggerang . Model normalisasi ini sama dengan yang ada di Ciliwung, yaitu membangun turap beton atau sheet pile di dinding sungai dan mengeruk kedalamannya hingga satu atau dua meter.
Menurut Iskandar, proyek normalisasi Cisadane ini lebih mudah dibandingkan dengan Ciliwung karena di bibir sungai tidak terlalu padat penduduk. Pemda Tanggerang pun telah menyampaikan sudah tersedia 3 km lahan yang telah ditertibkan sehubungan dengan penormalan ini.
"Urgensinya sama dengan ciliwung ini sedikit berbeda dengan Cisadane banyak daerah yang longsor terutama memberikan garis sempadan yang permanen di tengah perkotaan. Jadi urgensinya banyak limpasan, longsoran," kata Iskandar.
Proyek normalisasi Sungai Cisadane ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 250 miliar. Target pencapaian proyek ini diperkirakan selesai pada 2017. (slm/slm)











































