"Kalau saya berpendapat 90 persen itu tidak terkait dengan jaringan teroris," kata Irjen Tito seusai diskusi masalah terorisme dengan sejumlah duta besar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
"Kenapa? Karena pengalaman kita selama ini kelompok teroris itu dalam memilih target dia harus legal. Kalau dia ilegal, dia masuk nggak akan dapat pahala," tambah mantan Kadensus 88 Polri ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka memiliki norma, ideologi. Jadi dia harus legal. Sembarangan saja kena target ada orang meninggal, itu bukan dapat pahala malah dapat dosa. Jadi mereka dalam memilih target selalu yakin bahwa itu akan dapat pahala," tambahnya.
Sementara kantor perusahaan tambang yang disasar pelaku, tidak menunjukkan sebuah simbol target yang patut diserang oleh kelompok teroris.
"Nah tempat ini yang dilempar granat, itu adalah privat, tempat pribadi. Bukannya hanya simbol-simbol sesuatu yang layak secara ideologi mereka itu layak untuk diserang," lanjutnya.
Sementara ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Polisi sejauh ini belum bisa mengidentifikasi siapa pelakunya.
(mei/miq)










































