Kerja sama dilakukan oleh tujuh lembaga yaitu Badan Ketahanan Pangan Pemprov Jateng, Bank Jateng sebagai pendamping pemasaran dan pendanaan, PT Unggul Niaga Selaras sebagai penyedia benih dan pupuk, serta PT Smart Berdikari untuk pemasaran
padi.
Selanjutnya ada ICI South East Asia & Pasific Belanda dan VECO Belgia untuk memberikan pelatihan penerapan teknologi pertanian, serta Yayasan Jawa Tengah Berdikari sebagai pelaksana program. Dalam program ini pemerintah Belanda memberikan subsidi dana program mencapai 49% dari total dana keseluruhan 1,9 juta Euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan yang kami gandeng bersedia membeli padi petani melebihi harga pasar, mensubsidi pupuk lebih murah, dan memberi petunjuk agar kualitas padi petani sesuai dengan standar pasar," kata Anggota Badan Pelaksana Program, Fadlil Kirom, Rabu (18/11/2015).
Pertanian modern yang dimaksud salah satunya yaitu memanfaatkan aplikasi Googlemaps di smartphone. Data koordinat lahan masing-masing Gapoktan akan dimasukkan. Nantinya juga akan ada data nama petani, luas lahan, kondisi tanah dan cuaca, kebutuhan pupuk, dan lainnya dalam jangka waktu tertentu.
"Kami menargetkan pendapatan petani meningkat 30 persen," tandasnya.
Dalam sistem pertanian yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia itu, empat Gapoktan akan menjadi pelaksana dengan total 125 hektar pada empat bulan pertama. Gapoktan pelaksana yang terpilih dari 158 Gapoktan nominator mendapatkan bantuan berbagai peralatan seperti sabit bergerigi, alat penyiang, mesin perontok padi, dan lainnya.
"Pelan-pelan kita menuju pertanian organik dan hamparan, tidak ada galengan lagi. Saya ingin ada lembaga penjamin, jadi kalau gagal panen tidak ada lagi petani yang jatuh miskin. Harapannya, produksi beras dan kesejahteraan petani meningkat," tandas Ganjar. (alg/hri)










































