"Mereka mempromosikannya melalui Facebook, kemudian marketingnya melakukan transaksi lewat BlackBerry Messenger," kata Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Dalam akun Facebook tersebut, pelaku memajang foto-foro hewan langka yang akan dijual. Pembeli yang akan melakukan transaksi kemudian berkomunikasi dengan penjual melalui fasilitas BlackBerry Messenger (BBM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pembeli yang sudah menyepakati transaksi, diketahui berkewarganegaraan Kuwait. Untuk seekor macam dahan dijual sindikat dengan harga Rp 65 juta.
"Salah satu pelaku diketahui sudah pernah kirin orangutan dan beruang madu ke Dubai dan Kuwait," imbuhnya.
Ada enam tersangka dalam kasus ini yang diamankan polisi. Seorang petugas Balai Karantina Bandara Soekarno-Hatta diketahui terlibat dalam sindikat ini.
"Tersangka MS ini dokter di karantina Bandara Soekarno-Hatta, dia membantu meloloskan hewan langka ke liar negeri melalui pesawat, masuknya lewat pintu kedatangan kemudian dimasukkan ke bagasi," terang Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono. (mei/hri)











































