Kejar Perampok Rumah Mewah, Satpam Perumahan Sentul City Ditembaki

Kejar Perampok Rumah Mewah, Satpam Perumahan Sentul City Ditembaki

Farhan - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 17:23 WIB
Kejar Perampok Rumah Mewah, Satpam Perumahan Sentul City Ditembaki
Foto: Farhan/detikcom
Bogor - Kawanan penjahat yang merampok rumah pengusaha Atmaswati (50) sempat dikejar oleh dua satpam Perumahan Sentul City. Namun keduanya gagal karena ditembaki.

Dua satpam yakni Ujang dan Pepen memergoki 4 perampok keluar dari rumah Atmaswati di Perumahan Sentul City, Cluster Victoria, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2015) dini hari.

Ujang dan Pepen melihat dan coba mengejar para perampok yang mencoba kabur dengan melompati pagar pembatas Cluster Victoria yang dililiti pagar duri di bagian atasnya. Di balik pagar memang merupakan perkampungan yang tembus ke perkampungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sadar aksinya dipergoki, satu dari 4 perampok ini menembaki Ujang dan Pepen. Untungnya keduanya tidak ada yang terkena timah panas tersebut.

"Mereka ngejar sampai tembok pembatas, tapi pelakunya malah nembak sampai 3 kali. Nembaknya ke arah badan, tapi alhamdulillah, enggak ada yang kena. Teman saya langsung tiarap," kata satpam komplek lainnya bernama Rahmat yang ditemui di lokasi, Rabu (18/11/2015) siang.

"Temen saya (Ujang dan Pepen) juga enggak mau ambil risiko, terus langsung hubungi satpam lain. Sempat nyari ke perkampungan, tapi enggak ketemu," kata Rahmat. Peristiwa tersebut kemudian langsung dilaporkan satpam ke Polsek Babakanmadang agar ditindaklanjuti.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Aulia Djabar yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya aksi perampokan ini. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kita masih selidiki, saksi-saksi masih kita mintai keterangannya," kata AKP Aulia saat dikonfirmasi. Polisi sendiri sudah melakukan olah TKP dan menemukan sebo (penutup wajah) dan sobekan baju milik pelaku yang tersangkut di kawat tembok pembatas Cluster Victoria.

Perampokan di rumah Atmaswati ini terjadi Rabu (18/11) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu para penghuni rumah yang berjumlah 7 orang tengah tertidur lelap.

Dalam aksinya, para perampok menyekap Atmaswati dan 4 penghuni lainnya di dalam sebuah kamar dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Mulut mereka juga dilakban. Tak hanya itu para pelaku mengancam dengan menggunakan golok dan senjata api.

Oleh para perampok Atmaswati diseret di tangga menuju lantai bawah dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Dia dipaksa menunjukkan lokasi brankas.

Setelah brankas di lantai dasar dibuka, para perampok kemudian menggasak uang tunai, perhiasan emas dan setumpuk berkas serta surat berharga milik korban. Kerugian Atmaswati ditaksir lebih dari 1 miliar rupiah.

"Mereka kuras barang-barang saya. Perhiasan, uang, sama berkas-berkas. Mereka bawa pake tas ransel sama karung. Semua berkas dan uang dimasukin ke karung," kata Atmaswati saat ditemui di rumahnya.

Pengusaha restoran dan jual-beli rumah ini mengatakan, berkas yang dibawa pelaku merupakan surat-surat tanah, bangunan rumah, restoran dan tempat usahanya yang lain.

"Saya juga enggak ngerti kenapa mereka (pelaku) cari berkas-berkas. Saya enggak tau berkas apa yang dicari. Tapi mereka sempat tanya dimana saya simpen berkas-berkas," katanya.

Atmawati menyebut, dirinya dan keponakannya Desi (21) juga sempat dianiaya pelaku. Rumah berlantai 3 dan bercat warna putih itu memang oleh 7 orang, yakni Atmaswati, 4 anaknya yakni Nurul Arifin (17), Danang (16), Ati Puji Rahayu (35) dan Ipung (16), kakak kandung Atmaswati, Jamilah (70) dan keponakan Atmaswati, Dwi (21).

"Saya ditampar sama pelaku. Saya gerak-gerak, dikira saya mau kabur. Terus ikatan ditangan saya ditambah lagi pakai tali bantal," kata Dwi di lokasi.

Sementara, menurut Dwi, Atmaswati dipukul menggunakan golok saat meminta para perampok menyisakan uang untuk makan dan ongkos sekolah anak-anaknya.

"Ibu (Atmaswati) sempet minta disisain uang Rp 50 ribu, itu untuk makan pagi sama ongkos anak-anak. Tapi malah dipukul pakai golok mulutnya," terang Dwi.

Aksi perampokan yang dialami Atmaswati ternyata bukan yang pertama kali. Rumahnya yang berada Desa Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor juga pernah disatroni kawanan perampok 2005 silam. Saat itu, para perampok bersenpi menggasak 1 kilogram emas dan uang tunai Rp 5 miliar milik Atmaswati. Bahkan saat itu, salah satu anak Atmaswati nyaris diperkosa perampok.

"Itu kejadiannya 2005. Pelakunya juga sudah tertangkap," kata Atmaswati. (hri/hri)


Berita Terkait