Katebelece Atas Nama Novanto Disebut Palsu, ini Kata Pertamina

Katebelece Atas Nama Novanto Disebut Palsu, ini Kata Pertamina

Rista Rama Dhany - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 17:19 WIB
Katebelece Atas Nama Novanto Disebut Palsu, ini Kata Pertamina
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Katebelece atas nama Ketua DPR Setya Novanto yang diterima Pertamina disebut palsu oleh Kabag Tata Usaha Pimpinan DPR. Apa kata Pertamina?

"Iya ada surat itu, apakah itu otentik atau tidak, ya silakan pihak-pihak itu memverifikasi. Toh dari pihak pertamina tidak ada tindak lanjut apa-apa," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro saat dihubungi, Rabu (18/11/2015).

Wianda mengatakan Dirut Pertamina Dwi Sutjipto memang merespons katebelece itu dengan bertanya ke direktur-direktur Pertamina. Namun hal itu belum bisa disebut tindak lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada surat ke Pertamina, boleh dong Dirut menanyakan ke direktorat yang berhubungan terhadap permasalahan itu untuk bertanya. Kita sebagai manajemen melanjutkannya dengan memeriksa dan menjustifikasi surat tersebut," papar Wianda.

Wianda juga mengatakan Pertamina belum pernah mendapat katebelece serupa dari DPR. Dia kembali menegaskan Pertamina tak merespons katebelece itu dengan gegabah. Bagaimana dengan disposisi yang dibuat Dirut terkait katebelece tersebut?

"Yang saya bilang, kalaupun surat itu ditujukan ke Dirut, itu kan diarahkan ke pihak-pihak yang bertanggung jawab pada kegiatan, kalau ada pengarahannya ke sana bukan berarti tindak lanjut. Kan permintaannya kita harus bisa memverifikasi lebih jauh, apa sih sebenarnya transaksi yang selama ini ada atau tidak ada surat yang harus diselesaikan Pertamina," ulas Wiandra.

"Kalau cuma mengarahkan, kemudian apa itu bukan tindak lanjut? Tindak lanjut kan harus ada hasilnya, justru kita malah melakukan pemeriksaan di legal internal kita, mengundang BPKP, melakukan pemeriksaan berlipat," sambungnya.


Pihak DPR melalui Kepala Bagian Tata Usaha pimpinan DPR Hani Tahapari menegaskan katebelece yang beredar itu palsu. Hani mengatakan terdapat kejanggalan dalam katebelece itu, salah satunya posisi kop lambang DPR yang secara resmi dalam setiap surat harusnya berada di sebelah pojok kanan. Namun, dalam katebelece itu lambang DPR berada di tengah.

"Surat ini tidak pernah kami keluarkan dari Ketua DPR RI. Setiap surat keluar itu mesti dari kami, ini tidak. Dan kami katakan palsu," kata Yani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11) tadi siang.

Setya Novanto juga sudah membantah pernah membuat dan mengirim katebelece ke Pertamina. Soal kop DPR yang ada di surat itu, Novanto menduga dibuat oleh orang lain:

"Saya tidak pernah merasa membuat dan mengirim surat ke Pertamina," kata Novanto.

(tor/ndr)


Berita Terkait