Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat menjadi panelis dalam acara 2nd Interpol-UNEP Environmental Compliance and Enforcement Conference di Gedung Interpol Global Complex for Innovation, Singapura, Selasa (17/11/2015) kemarin. Selain Susi, para panelis lainnya adalah Dubes Spanyol untuk Singapura Miguel Angel Navarro Portera dan Director National Fisheries Intelligence Service Conservation and Protection Canada, Randy Jenkins.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Saya tidak tahu mengapa banyak negara ragu untuk sharing data untuk alasan keamanan, mungkin, saya tidak tahu," kata Susi.
Menurut Susi, kondisi lautan Indonesia saat ini sudah sangat menguntungkan bagi para nelayan lokal. Para pencuri ikan asing akan berpikir ribuan kali untuk kembali nekat masuk ke wilayah perairan Nusantara karena penegakan hukum yang tegas dari pemerintah.
Lantas kemana kapal-kapal pencuri ikan yang selama ini beraksi di Nusantara? Susi menyebut mereka bisa berlayar ke mana saja. Bisa ke perairan Pasifik maupun ke Afrika. Karena itu semua negara pun harus aktif menyatakan perang terhadap mereka.
Di sela-sela acara pada Senin (16/11) lalu, Susi juga sempat melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Afrika Selatan Bomo Edna Molewa. Keduanya sepakat bahwa praktik pencurian ikan harus diakhiri. Dan mereka juga akan aktif mengajak negara lain ikut bergabung.
Susi dan delegasi RI saat bertemu Menteri Bomo Edna Molewa |
Menteri Bomo Edna Molewa |













































Susi dan delegasi RI saat bertemu Menteri Bomo Edna Molewa
Menteri Bomo Edna Molewa