Menteri Susi Ajak Semua Negara Perangi Illegal Fishing

Menteri Susi Ajak Semua Negara Perangi Illegal Fishing

Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 13:40 WIB
Menteri Susi Ajak Semua Negara Perangi Illegal Fishing
Foto: Moksa Hutasoit
Singapura - Perang terhadap illegal fishing seharusnya bukan melulu dilakukan Indonesia semata. Tapi negara-negara lain di seluruh dunia juga harus sadar bahayanya praktik ilegal ini.

Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat menjadi panelis dalam acara 2nd Interpol-UNEP Environmental Compliance and Enforcement Conference di Gedung Interpol Global Complex for Innovation, Singapura, Selasa (17/11/2015) kemarin. Selain Susi, para panelis lainnya adalah Dubes Spanyol untuk Singapura Miguel Angel Navarro Portera dan Director National Fisheries Intelligence Service Conservation and Protection Canada, Randy Jenkins.

Susi mengajak semua negara untuk mau bertukar informasi mengenai kapal-kapal yang bergerak. Tujuannya sebagai monitoring. Jika kapal itu pernah tercatat melakukan pelanggaran di sebuah negara, kawasan lainnya dapat langsung bersiap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan kementerian selama ini, memang ditemukan banyak pelanggaran dari sebuah praktik illegal fishing. Kejahatannya bisa berupa human trafficking, penyelundupan narkoba hingga jual beli satwa langka.
Beberapa kali Susi meminta supaya data-data dari kapal ikan bisa saling dibagi. Supaya banyak negara bisa saling memantau.

"Saya tidak tahu mengapa banyak negara ragu untuk sharing data untuk alasan keamanan, mungkin, saya tidak tahu," kata Susi.

Menurut Susi, kondisi lautan Indonesia saat ini sudah sangat menguntungkan bagi para nelayan lokal. Para pencuri ikan asing akan berpikir ribuan kali untuk kembali nekat masuk ke wilayah perairan Nusantara karena penegakan hukum yang tegas dari pemerintah.

Lantas kemana kapal-kapal pencuri ikan yang selama ini beraksi di Nusantara? Susi menyebut mereka bisa berlayar ke mana saja. Bisa ke perairan Pasifik maupun ke Afrika. Karena itu semua negara pun harus aktif menyatakan perang terhadap mereka.

Di sela-sela acara pada Senin (16/11) lalu, Susi juga sempat melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Afrika Selatan Bomo Edna Molewa. Keduanya sepakat bahwa praktik pencurian ikan harus diakhiri. Dan mereka juga akan aktif mengajak negara lain ikut bergabung.

Susi dan delegasi RI saat bertemu Menteri Bomo Edna Molewa


Menteri Bomo Edna Molewa
(mok/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini