"Nggak ada (hubungan). Jangan disangkutpautkan," ujar Menhan usai menghadiri upacara penutupan Pelatihan Bela Negara di Lapangan Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Rabu (18/11/2015).
Lebih luas, Menhan meminta Bela Negara jangan diidentikan dengan hal-hal yang mengancam nyawa seseorang. Pemikiran tersebut dinyatakan justru bertentangan dengan semangat bela negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabadiklat Kementerian Pertahanan Mayjen Hartind Arsin menambahkan, setiap kementerian atau lembaga-lembaga lain sering memiliki program masing-masing yang seolah mirip bela negara. Hanya saja, ia memastikan jika ada tanda tangan elektronik miliknya, maka tak dapat disebut program bela negara yang resmi.
"Itu Samapta, memang sudah ada misalnya di BNI, Kemenhub, di BUMN-BUMN, tapi saya tidak tahu istilahnya program apa. Semacam pelatihan militer," papar Hartind.
"Nanti semua ada tanda tangan saya, kalau tidak ada berarti itu bukan bela negara," lanjutnya. (rna/spt)











































