Upacara digelar di Lapangan Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Rabu (18/11/2015), mulai pukul 09.20 WIB. Para peserta yang dibagi ke dalam 6 pleton tampak mengenakan seragam biru loreng.
Dalam sambutannya, Menhan merasa optimis program yang digagas kementeriannya itu bisa terus berjalan dan dapat melatih lebih banyak lagi kader-kader bela negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Menhan menegaskan bahwa bela negara berbeda dengan wajib militer. Ia juga menegaskan bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi didominasi ancaman militer.
"Tapi sudah multidimensi dan berada di semua bidang kehidupan. Penanganannya tidak lagi bertumpu pada TNI semata akan tetapi menjadi urusan kementerian/lembaga terkait bahkan setiap warga negara," jelasnya.
Diklat dilakukan selama selama 1 bulan penuh. Peserta yang mengikuti diklat berasal dari berbagai profesi dan latar belakang.
Mereka diberi pelatihan dengan berbagai kemampuan dan keterampilan. Diharapkan usai diklat ini, setiap peserta dapat menjadi 'guru' dalam menyebarkan semangat bela negara ke lingkup yang lebih luas lagi. (rna/spt)










































