Tutup Diklat Bela Negara, Menhan Ingatkan Ancaman Negara Tak Hanya Militer

Tutup Diklat Bela Negara, Menhan Ingatkan Ancaman Negara Tak Hanya Militer

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 10:37 WIB
Tutup Diklat Bela Negara, Menhan Ingatkan Ancaman Negara Tak Hanya Militer
Foto: Rina Atriana/detikcom
Bogor - Pendidikan dan pelatihan (diklat) Bela Negara Pelatih Inti Tingkat Nasional 2015 yang diikuti 183 peserta resmi berakhir. Upacara penutupan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Upacara digelar di Lapangan Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Rabu (18/11/2015), mulai pukul 09.20 WIB. Para peserta yang dibagi ke dalam 6 pleton tampak mengenakan seragam biru loreng.

Dalam sambutannya, Menhan merasa optimis program yang digagas kementeriannya itu bisa terus berjalan dan dapat melatih lebih banyak lagi kader-kader bela negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini akan menjadi titik awal perwujudan Kader Bela Negara yang menjadi program prioritas Kemhan," ujar Menhan.

Lebih lanjut, Menhan menegaskan bahwa bela negara berbeda dengan wajib militer. Ia juga menegaskan bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi didominasi ancaman militer.

"Tapi sudah multidimensi dan berada di semua bidang kehidupan. Penanganannya tidak lagi bertumpu pada TNI semata akan tetapi menjadi urusan kementerian/lembaga terkait bahkan setiap warga negara," jelasnya.



Diklat dilakukan selama selama 1 bulan penuh. Peserta yang mengikuti diklat berasal dari berbagai profesi dan latar belakang.

Mereka diberi pelatihan dengan berbagai kemampuan dan keterampilan. Diharapkan usai diklat ini, setiap peserta dapat menjadi 'guru' dalam menyebarkan semangat bela negara ke lingkup yang lebih luas lagi. (rna/spt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini