"Gue (saya) saja lupa tanggal berapa gue dilantik, hehe. PR-nya saya kira sekarang yang paling krusial adalah menentukan anggaran," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).
Ahok menyebut masih banyak SKPD yang hingga saat ini belum paham menyusun anggaran berdasarkan skala prioritas. Akibatnya, tidak sedikit anggaran dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang dinilainya kurang pas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau gitu lebih penting mana mengoperasikan puskesmas baru masing-masing Rp 40 miliar atau bikin festival? Mengoperasikan puskesmas dong. Kita kan mau naikin (RSUD) Koja jadi kelas A pendidikan," sambung Ahok.
Ahok mengungkapkan apabila RSUD Koja sudah naik kelas A, maka pihaknya perlu membangun rumah sakit lain kelas B dan C. Hal ini dilakukan agar bisa menjadi rumah sakit rujukan dari puskesmas.
"Itu penting enggak bangun rumah sakit di Cakung? Menurut saya penting. Dalam menyusun ini, kelihatan teman-teman ini enggak ngerti skala prioritas," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ahok dilantik menjadi DKI-1 secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (19/11/2014). Ahok dilantik pada pukul 14.00 WIB.
"Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata Ahok kala itu sambil mengikuti ucapan Jokowi.
(aws/dnu)











































