Ini Penjelasan BPBD DKI Soal Program Kartu e-Natura Untuk Korban Bencana

Ini Penjelasan BPBD DKI Soal Program Kartu e-Natura Untuk Korban Bencana

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 17:52 WIB
Ini Penjelasan BPBD DKI Soal Program Kartu e-Natura Untuk Korban Bencana
Foto: Luthfy Syahban
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana memberikan e-Natura bagi korban bencana di Ibu Kota. Menurut BPBD DKI, kartu uang elektronik tersebut mulai diterapkan tahun depan dengan saldo yang disesuaikan kondisi keluarga.

"Kita buat estimasi dasar kebutuhan mereka (korban terdampak). Misalnya satu keluarga itu 4 anggota, nilai bantuan berbeda-beda. Kalau ada (keluarga) yang punya anak sekolah, bayi dan (ekonomi) rentan kita beri bantuan nilainya beda dengan yang tidak sekolah, kisarannya Rp 700-900 ribu per kejadian," ujar Kabid Informatika dan Pengendalian BPBD Bambang Surya Putra di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/11/2015).

Bambang menyebut setiap kali ada bencana di Ibu Kota, tim kaji dari BPBD DKI langsung mendata apa saja yang menjadi kebutuhan korban terdampak. Kemudian BPBD berkoordinasi dengan kelurahan dan RW setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk hal ini, Pemprov pun bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebab menurut gubernur, hanya bank milik negara itu yang saat ini paling siap.

"Kita kerja sama dengan BRI, mereka nanti dapat kartu Brizzi dengan nilai top up per kepala keluarga Rp 700-900 ribu. Sebelum mereka dapat itu, mereka dapat kayak kartu sementara yang nanti mereka tukar ke kelurahan. Ada verifikasi ulang soal penerima sebelum mereka dapat kartu itu, setelah verifikasi baru pembagian kartu," lanjutnya.

Bambang menyebut kartu Brizzi bisa digunakan pada mesin EDC (Electronic Data Capture) di minimarket dan sejumlah warung penyedia kebutuhan di sekitar lokasi. Barang-barang yang boleh dibelanjakan pun sengaja dibatasi, sehingga tidak bisa sembarangan dipakai untuk membeli barang.

"Kalau kayak jual (atau beli) rokok enggak boleh. Warga sudah dikasih tahu item yang bisa dibeli, misalnya pengisian tabung gas, perlengkapan mandi, pampers dan seragam buat anak yang masih sekolah," kata Bambang.

Bambang menyebut pihaknya sudah menguji coba program e-Natura kepada 300 kepala keluarga terdampak kebakaran Pasar Senen beberapa waktu lalu. Kartu tersebut hanya diberikan saat kejadian dan tidak sembarang diisi ulang (top up) pasca kejadian.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut program tersebut sudah digagas sejak tahun lalu. Adapun anggaran saldo untuk e-Natura berasal dari APBD DKI.

"Dari APBD kita kasih duit, enak saja BRI kasih duit. (Dikasihnya) Pas kejadian," kata Ahok, hari ini. (aws/spt)


Berita Terkait