Utang Miliaran Dolar AS Manusia kepada Kelelawar

Sains

Utang Miliaran Dolar AS Manusia kepada Kelelawar

Sapto Pradityo - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 16:18 WIB
Utang Miliaran Dolar AS Manusia kepada Kelelawar
Foto: John Skewes
Jakarta -

Dua bulan lalu, dua warga Alberta, Kanada, digigit kelelawar. Kabar itu segera membuat Dinas Kesehatan Alberta waspada. Mereka tak ingin kejadian sembilan tahun lalu terulang. Kala itu yang jadi korban adalah Emil Furyachuk, warga Beauvallon, Alberta.

Rasanya, kala itu Emil Furyachuk menuturkan, hanya seperti digigit nyamuk. Dia baru menyadari sumber luka kecil di pundaknya itu saat melihat seekor kelelawar terbang berputar-putar di dalam rumahnya. Emil tak menganggap luka kecil gigitan kelelawar saat dia pulas tidur itu sebagai persoalan serius.

"Kami menangkap dan membunuh kelelawar itu. Dan setelah melihat luka di pundaknya, kami menganjurkan dia supaya segera ke dokter," kata Roger Furyachuk, putra Emil, kepada CalgarySun, mengenang. "Tapi dia bilang, 'Tidak… tidak… aku baik-baik saja.'" Tapi Emil tak baik-baik saja. Beberapa bulan setelah digigit kelelawar, Emil meninggal karena penyakit rabies.

Rabies yang ditularkan lewat kelelawar memang sangat berbahaya. Jika ada yang digigit kelelawar, Roger menyarankan, jangan menunda-nunda. Segera ke dokter. Tapi kasus seperti Emil sebenarnya sangat langka. Secara alamiah, menurut Bat Conservation Trust, kelelawar bukan binatang yang agresif. Koloni kelelawar cenderung menghindari manusia.

Penelusuran Badan Kesehatan Tanaman dan Binatang Inggris sejak 1986 juga hanya menemukan 11 ekor kelelawar di antara 12.500 kelelawar yang membawa virus rabies dalam tubuhnya. Dan sebenarnya ada sesuatu yang mungkin bisa dimanfaatkan manusia di balik gigitan kelelawar.

Saat menggigit korbannya, entah manusia entah hewan ternak, kelelawar melepaskan enzim desmoteplase lewat air liurnya. Ada 411 jenis asam amino dalam enzim kelelawar itu. Fungsinya mencegah darah membeku, sehingga lebih gampang mereka isap.

TNC


Tujuh belas tahun lalu, tim peneliti dari Laboratorio de Trombosis Experimental, Venezuela, berhasil mengisolasi protein antipembekuan darah dari air liur kelelawar. Mereka menamai obat antipembekuan darah itu, meminjam istilah novelis Irlandia, Bram Stoker, Draculin. Tes pertama pada manusia pada 2006 menunjukkan Draculin bisa dipakai untuk pengobatan pertama pada pasien terkena stroke.

Saat ini pasien yang terkena serangan stroke rata-rata ditangani dengan obat tissue plasminogen activator (tPA). Syaratnya, obat ini harus diberikan paling lama 3 jam setelah terkena serangan stroke. Penelitian Michel Torbey dan tim dari Universitas Negeri Ohio membuktikan Draculin lebih efektif daripada tPA. Yang lebih penting lagi, obat dari liur kelelawar itu bisa memperpanjang tenggang waktu pemberian obat hingga 8 jam setelah pasien terkena serangan stroke. "Time is brain," kata Dr Torbey.


Gigitan kelelawar, jika dia membawa virus rabies, memang bisa mematikan. Tapi jangan bunuh kelelawar. Mereka terbukti teman, bukan musuh, manusia. Kelelawar memberi manfaat yang jauh lebih besar kepada manusia ketimbang bahayanya. Sejak dulu, menurut penelitian tim dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization, kelelawar membantu penyebaran bibit tanaman. Ada ratusan jenis tanaman di hutan yang menggantungkan penyebaran bibitnya pada mamalia terbang ini.

Petani juga berutang besar kepada koloni kelelawar. Setiap tahun, menurut penelitian bersama Badan Survei Geologi; Universitas Pretoria, Afrika Selatan; serta Universitas Boston dan Universitas Tennessee, Amerika, petani Amerika berutang miliaran dolar AS kepada koloni kelelawar. "Kelelawar memangsa hama dalam jumlah sangat besar," kata Justin Boyle, peneliti dari Universitas Pretoria. Justin dan timnya menaksir, "jasa" kelelawar ini setara dengan ongkos untuk membeli insektisida dalam setahun sebesar US$ 3,7 miliar atau Rp 51 triliun.

Seekor kelelawar cokelat, yang tubuhnya hanya sebesar jempol tangan, dalam semalam bisa memangsa 8 gram hama serangga. Jika hanya ada seekor kelelawar, barangkali memang tak ada artinya. Tapi, di wilayah timur laut Amerika saja, ditaksir ada lebih dari sejuta ekor kelelawar rupa-rupa jenis. Setiap malam ratusan ton hama serangga tandas jadi santapan mereka.

BCI


Jadi pemangsa hama bukan satu-satunya utang manusia kepada kelelawar. Guano, kotoran kelelawar, merupakan pupuk yang sangat kaya nutrisi untuk tanaman. Sebelum sumur-sumur minyak ditemukan, menurut Jim Kennedy, biolog di Bat Conservation International, kepada TPWMagazine, Negara Bagian Texas, Amerika, mengeruk duit sangat besar dari perdagangan guano. Pada abad ke-19, Peru juga pernah menikmati gurihnya duit dari hasil "tambang" guano.

Tapi rupa-rupa cerita seram soal kelelawar membuat satu-satunya mamalia yang bisa terbang ini hidup menderita. Mereka diusir dan dibunuh. Diperkirakan, ada lebih dari 1.000 jenis kelelawar di seluruh dunia. Mereka rata-rata hidup di daerah yang hangat, tak jauh dari wilayah sepanjang ekuator. Menurut International Union for Conservation of Nature, ada sekitar 250 jenis kelelawar yang masuk Daftar Merah atau rawan punah.

Halaman 2 dari 2
(sap/hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads