Pesan Inspiratif Sudirman Said Kepada Pegawai ESDM Soal Jabatan

Pesan Inspiratif Sudirman Said Kepada Pegawai ESDM Soal Jabatan

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 15:12 WIB
Pesan Inspiratif Sudirman Said Kepada Pegawai ESDM Soal Jabatan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Aksi Sudirman Said membongkar dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK dalam negosiasi kontrak dengan PT Freeport patut diacungi jempol. Dia berani berhadapan dengan tokoh besar sekaliber Ketua DPR Setya Novanto. Bagi Sudirman, jabatan dan kekuasaan bukan segalanya.

Hal itu setidaknya tercermin dari pesan Sudirman kepada seluruh pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat genap setahun menjabat sebagai menteri. Tepatnya pada 27 Oktober 2015 lalu, dia mengirim pesan tertulis di secarik kertas yang berisi soal pentingnya menjaga integritas dibandingkan pangkat dan jabatan.

Pesan tersebut beredar kembali hari ini setelah aksi Sudirman melaporkan Setya Novanto membuat heboh. Berbagai tanggapan positif muncul. Berikut isi lengkapnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rekan-rekan Keluarga Besar ESDM

Pangkat, Jabatan, dan kekuasaan adalah sementara yang dapat hilang kapan saja...
Yang permanen adalah perilaku kita. Jika kita membangun nilai-nilai jujur, profesional, melayani, inovatif dan berarti,
Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi banyak orang
Mari kita berikhtiar menjadi sebaik-baiknya manusia
dengan membangun sikap dan perilaku, bukan mengandalkan kekuasaan dan jabatan

Terima kasih untuk kebersamaan selama setahun ini

Jakarta, 27 Oktober 2015

Salam,

Sudirman Said


Sebelum membongkar pencatutan nama presiden dan wakil presiden, Sudirman sebelumnya mengungkap dugaan adanya transaksi tidak jelas senilai US$ 18 miliar dalam transaksi jual beli minyak mentah dan BBM oleh Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Angka ini diperoleh dari hasil audit terhadap Petral selama tiga tahun. Petral adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang kini sudah dibubarkan.

Sudirman lahir di Brebes, Jawa Tengah, pada 16 April 1963. Lulusan STAN dan master di Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University, Washington, DC, Amerika Serikat, itu bukan orang baru di sektor ESDM. Dia pernah menjabat sebagai direktur keuangan dan admin PT Petrokimia kemudian jadi staf ahli direktur utama Pertamina. Sebelum jadi Menteri ESDM, Sudirman Said tercatat menjadi Direktur Utama di PT Pindad.

Dia pernah menjadi ketua Badan Pelaksana Masyarakat Transparansi Indonesia bersama dengan Erry Riyana Hardjapamekas (mantan komisioner KPK), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala UKP4), Sri Mulyani (mantan Menteri Keuangan). (mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini