"Saya sudah minta KNKT untuk melakukan investigasi," kata Jonan kepada wartawan usai menghadiri acara Tempo Economic Briefing di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Laporan awal yang diterima Jonan dari Ditjen Perhubungan Laut adalah adanya dugaan masalah di dalam lambung kapal. Di mana di dalam lambung kapal itu mungkin ada permasalahan pada selingnya sehingga menyebabkan kapal tidak stabil. Kapal roro biasa digunakan untuk mengangkut mobil melintasi samudra atau laut lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal jumlah manifest yang tidak sesuai, Jonan mengaku belum mendapat laporan. Dia meminta agar operator lebih tertib mengatur pembelian tiket dan tidak mengizinkan pembelian tiket on the spot.
"Itu menjadi kewajiban operator sendiri untuk menerbitkan hal itu. Coba nanti saya cek, saya belum dapat laporan," katanya.
KM Wihan jurusan Surabaya-Maumere tenggelam di Teluk Lamong Senin (16/11) kemarin. Kapal itu terdaftar membawa 153 penumpang, namun ternyata jumlah penumpang riil ada 179 orang. Banyak penumpang kapal berloncatan saat kapal miring dan hendak tenggelam. Kapal dan perahu yang ada di sekitar lokasi langsung datang untuk memberikan pertolongan. Para penumpang segera dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak dan segera dibawa ke Rumah Sakit PHC Perak. Tidak ada penumpang yang hilang atau tewas dalam insiden ini sebab lokasi tenggelamnya kapan berada di dekat Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Teluk Lamong.
(slm/nrl)











































