Ini Gebrakan Menteri Sudirman Berantas Mafia Minyak

Ini Gebrakan Menteri Sudirman Berantas Mafia Minyak

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 13:49 WIB
Ini Gebrakan Menteri Sudirman Berantas Mafia Minyak
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan mandat khusus kepada Sudirman Said saat diangkat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Presiden ingin Sudirman memberantas mafia minyak di Indonesia.

Hal itu dikatakan Sudirman pada Senin, 16 November 2015 kemarin usai melaporkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan. "Sebagai Menteri ESDM yang diberi mandat Presiden RI untuk melakukan penataan sektor energi dan sumber daya mineral, saya berkepentingan membersihkan praktik pemburu rente yang menggunakan kekuasaan dan pengaruh untuk mengambil keuntungan pribadi," begitu kata Sudirman.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu tercatat ada tiga aksi Menteri Sudirman untuk memberantas praktik pemburu rente di dunia minyak dan gas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi pertama, Sudirman membongkar dugaan adanya transaksi tidak jelas senilai US$ 18 miliar dalam transaksi jual beli minyak mentah dan BBM oleh Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Angka ini diperoleh dari hasil audit terhadap Petral selama tiga tahun. Petral adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang kini sudah dibubarkan.

Tak lama kemudian, Sudirman juga mengungkap adanya upaya seorang politisi ternama yang menemui Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin serta mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Tujuan pencatutan itu antara lain untuk menjamin keberlangsungan operasi PT Freeport di Indonesia.

Saat bertemu Presdir PT Freeport sang politisi yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu membawa serta seorang pengusaha minyak ternama.

Sudirman yang awalnya tak menyebut identitas sang politisi ternama akhirnya buka suara. Pada Senin kemarin dia melaporkan politisi tersebut ke Mahkamah Kehormatan DPR.

Di gedung parlemen, Sudirman memang tak menyebut identitas sang politisi. Namun di acara Mata Najwa, Sudirman mengakui bahwa politisi yang dia laporkan ke MKD adalah Ketua DPR Setya Novanto.  

Dalam wawancara tersebut, Najwa menunjukkan foto surat laporan Sudirman ke MKD dan menunjukkan nama Setya Novanto sebagai pihak terlapor. Sudirman membenarkan surat tersebut adalah laporan yang dibuatnya.

"Di situ ada kop surat kementerian, ada paraf saya. Saya kira ya ini laporan yang saya bikin," ujar Sudirman membenarkan dirinya melaporkan Setya Novanto sebagai terduga pencatut nama Presiden.

Setya Novanto sudah mengakui pertemuannya dengan pimpinan PT Freeport Indonesia. Namun dia menegaskan bahwa hal itu

dilakukan demi kepentingan rakyat bukan untuk manfaat pribadi.

"Bahwa apa yang jadi kepentingan rakyat, tentu ini menjadi hal yang harus saya sampaikan," kata Novanto di gedung MPR/DPR,

Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).

Pengamat sosial yang juga rohaniawan Katolik Romo Benny Susetyo mendukung langkah Menteri Sudirman memberantas mafia minyak. Dia berharap langkah menteri Sudirman memberantas mafia minyak tak akan surut.

"Langkah Menteri Sudirman memutus mata rantai mafia (minyak) harus diapresiasi dan didukung," kata Romo Benny.  

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads