Sudirman Said memang melengkapi laporannya ke MKD dengan bukti transkrip rekaman pembicaraan seorang politisi yang diduga Novanto, pengusaha, dan petinggi Freeport. Nah, tak lama setelah laporan Sudirman ke MKD, beredar transkrip pembicaraan tiga orang berinisial Sn, R dan Ms. Namun belum bisa dipastikan apakah transkrip yang beredar sama dengan yang disetorkan Sudirman ke MKD.
Saat ditanya oleh awak media di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015), soal transkrip yang beredar itu, Novanto tak menjawab secara gamblang apakah materi pembicaraan dalam transkrip itu pernah dibicarakannya dengan pimpinan PT Freeport. Diketahui JK mengungkap Novanto pernah bertemu dengan pimpinan PT Freeport, namun bukan dalam kapasitas sebagai Ketua DPR.
Berikut jawaban Setya Novanto atas pertanyaan yang diajukan awak media seputar laporan pencatutan dan keaslian transkrip yang beredar:
Apa benar ada pertemuan dengan Freeport? Dan apa pembahasannya?
Silahkan tanya Pak Sudirman, saya tidak pernah ketemu Pak Sudirman secara khusus masalah yang berkaitan ini. Saya persilakan. Kalau tadi pertanyaannya tentang MKD apa yang disampaikan saudara Sudirman sah-sah saja yang penting substansinya apa. Tentu kita harus mempelajari dan saling menghormati. Masalah ini tentu harus disampaikan secara jelas.
Benar ada pertemuan dengan Freeport?
Kalau masalah itu silakan tanya ke beliau. Yang jelas saya pernah kedatangan, di mana beliau minta dijelaskan di kantor kami dan menjelaskan begitu, tentang program-program ke depan dan tentu beliau juga minta tolong bagaimana supaya ini bisa diberikan, ada jalan keluar, karena ini hal yang baik.
Apakah transkrip rekaman pertemuan itu benar?
Silakan saja yang jelas di DPR ada aturan aturan. Kalau mau sidang apakah terbuka atau tertutup. Kita hargai perusahaan seperti di Amerika, hal-hal kalau ada apa-apa apakah boleh untuk sampaikan, kita harus saling hargai.
(imk/tor)











































