Ahok Ultimatum Warga di Bantaran Kali Ciliwung: Kami Akan Paksa Pindah!

Ahok Ultimatum Warga di Bantaran Kali Ciliwung: Kami Akan Paksa Pindah!

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 09:44 WIB
Ahok Ultimatum Warga di Bantaran Kali Ciliwung: Kami Akan Paksa Pindah!
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sebagian warga Bidaracina masih bertahan dan meminta ganti rugi atas lahan yang ditempatinya kepada Pemprov DKI. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyanggupinya selama mereka bisa membuktikan kepemilikan tersebut.

"Kalau ada dasar kami ganti, kalau enggak ada ya enggak bisa," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).

Meski masih terhambat sebagian pembebasan lahan, namun Ahok menegaskan pihaknya akan tetap memaksa relokasi warga ke rumah susun (rusun). Baginya tidak ada pilihan lain. Sebab jika terus diberi toleransi, maka yang ada proses sodetan Ciliwung semakin molor dari target.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan paksa. Selama rusun siap, kami akan paksa. Ini (sodetannya) enggak bisa belok. Kamu lihat saja Kampung Pulo, gara-gara kita toleransi kan (jadi molor). Selalu bilangnya, sudah tunggu bulan depan. Nego dulu, tunggu 2 bulan lagi. Akhirnya, November yang harusnya sudah selesai seluruh tanggul, sekarang bisa-bisa enggak selesai. Bisa-bisa Januari-Februari baru selesai," lanjutnya.

"Kenapa? Sekarang hujan, bisa kerja enggak tuh alat? Lahan begitu sempit, jatuh lagi alat satu. Itu masalah, dia pikir mainin 1-2 bulan, kita nanti nambah (waktunya) cuma 1-2 bulan juga? Beda. Kalau kamu mundur 2 bulan ke musim hujan, sudah bisa mundur 4-5 bulan loh. Bisa-bisa tunggu kemarau 1 (tahun) lagi baru bisa kerja," imbuh Ahok.

Sebelum ini, Ahok juga telah mengimbau warga Bidaracina untuk bersikap kooperatif saat direlokasi ke rusun apabila sudah siap semua. Sebab dengan cara begitu mereka bisa terbebas dari banjir tahunan yang kerap merendam rumahnya.

"Bukan saya kejam, yang penting begitu rusun siap, kamu enggak ada pilihan. Anda harus pindah, kita enggak ada pilihan. Mereka bilang Jakarta tempo dulu enggak begitu, ya memang tempo dulu enggak macet dan enggak banjir. Dulu sungainya semua masih alami," kata Ahok, Rabu (11/11). (aws/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads