MPR Sosialisasi 4 Pilar di Kuala Lumpur: Singgung Kabut Asap dan Teror Paris

Laporan dari Kuala Lumpur

MPR Sosialisasi 4 Pilar di Kuala Lumpur: Singgung Kabut Asap dan Teror Paris

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 22:49 WIB
MPR Sosialisasi 4 Pilar di Kuala Lumpur: Singgung Kabut Asap dan Teror Paris
Foto: Dhani Irawan
Kuala Lumpur - Delegasi Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta yang langsung memimpin delegasi tersebut untuk melakukan sosialisasi 4 pilar.

Oesman yang karib disapa Oso itu membawa serta sejumlah anggota seperti Abdul Kadir Karding (PKB), Abdul Malik Haramain (PKB), M Idris Laena (Golkar), Hermanto (PKS), Zainut Tauhid (PPP) dan Djoni Rolindrawan (Hanura) serta dari kelompok DPD yaitu Djasarmen Purba, Delis Jukarson Hehi dan Eni Sumarni.

Acara sosialisasi 4 pilar itu diadakan di kantor KBRI Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak nomor 233, Kuala Lumpur, Malaysia. Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno langsung memberikan sambutan membuka acara yang dihadiri sekitar 50-an masyarakat Indonesia di Malaysia.
Dubes RI untuk Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herman sempat menyinggung perihal kabut asap yang sempat menyelimuti langit Kuala Lumpur. Kabut asap itu berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Alhamdulillah kabut asap sudah hilang. Saya sudah capek juga ditanya-tanya, kapan kabut asap hilang, kapan kabut asap hilang," ucap Herman dalam sambutannya di kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/11/2015) malam.

Tak hanya itu, masalah penyerangan membabi buta di Paris, Prancis sempat pula disinggung oleh Herman. Akibat insiden tersebut, pemerintah Malaysia sempat memperketat keamanan di negaranya itu.

"Pemerintah Malaysia concern masalah hal ini dan security juga dilipatgandakan," ucap Herman.

Setelah itu, Oso pun memberikan sambutan pula dengan menimpali ucapan Herman tentang kabut asap. Menurut Oso, kabut asap tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun dan sudah seharusnya pemerintah memberikan solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

"Kita sekarang sedang diuji, kita jangan menyalahkan siapa, tapi bangsa ini sedang diuji. Bencana kabut. Kabutnya di mana, yang didemo di kedutaan sini. Sepuluh tahun itu sudah terjadi, sepuluh tahun yang lalu asap itu sudah terjadi, tidak pernah ada langkah-langkah untuk menyelesaikan itu," kata Oso.

Selain itu, Oso juga sempat menyinggung mengenai nasib para pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia. Oeso menyebut hubungan antara Indonesia dengan Malaysia semakin membaik terbukti dari 2 TKI yang akhirnya dibebaskan dari hukuman mati karena pendekatan KBRI.

"Hubungan kita yang begitu baik dengan Malaysia ini dapat dipahami, terobosan dari KBRI dapat menjadi pertimbangan sehingga 2 orang tersebut dibebaskan," kata Oso.

Acara disambut dengan begitu hangat oleh KBRI Kuala Lumpur. Puluhan masyarakat Indonesia yang hadir pun juga sangat antusias ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada delegasi MPR itu.

(dhn/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads